Headlines News :
Home » » VIABILITAS DAN VIGOR BENIH

VIABILITAS DAN VIGOR BENIH

Written By Al Az Ari on Selasa, 01 Oktober 2013 | 02.09

VIABILITAS DAN VIGOR BENIH        
I. TUJUAN    
a. Mengetahui daya kecambah benih kedelai dan jagung      
b. Mengetahui pengaruh uji penuaan dipercepat terhadap daya kecambah, indeks vigor dan laju perkecambahan benih padi       
c. Mengetahui pengaruh uji daya muncul terhadap daya kecanbah dan indeks vigor benih kacang tanah.

II. TINJAUAN PUSTAKA  
Secara umum vigor diartikan sebagai kemampuan benih untuk tumbuh normal pada keadaan lingkungan yang sub optimal. (Sutopo, 1984)   
Vigor dipisahkan antara vigor genetik dan vigor fisiologi. Vigor genetik adalah vigor benih dari galur genetik yang berbeda-beda sedang vigor fisiologi adalah vigor yang dapat dibedakan dalam galur genetik yang sama. Vigor fisiologi dapat dilihat antara lain dari indikasi tumbuh akar dari plumula atau koleptilnya, ketahanan terhadap serangan penyakit dan warna kotiledon dalam efeknya terhadap Tetrazolium Test. (Kartasapoetra,1986)    

Informasi tentang daya kecambah benih yang ditentukan di laboratorium adalah pada kondisi yang optimum. Padahal kondisi lapang yang sebenarnya jarang didapati berada pada keadaan yang optimum. Keadaan sub optimum yang tidak menguntungkan di lapangan dapat menambah segi kelemahan benih dan mengakibatkan turunnya persentase perkecambahan serta lemahnya pertumbuhan selanjutnya. (Sajad, 1993)         

Secara ideal semua benih harus memiliki kekuatan tumbuh yang tinggi, sehingga bila ditanam pada kondisi lapangan yang beraneka ragam akan tetap tumbuh sehat dan kuat serta berproduksi tinggi dengan kualitas baik. Vigor benih di cerminkan oleh dua informasi tentang viabilitas, masing-masing ‘kekuatan tumbuh’ dan ‘daya simpan’ benih. Kedua nilai fisioogi ini menempatkan benih pada kemungkinan kemampuannya untuk tumbuh menjadi tanaman normal meskipun keadaan biofisik lapangan produksi sub optimum atau sesudah benih melampui suatu periode simpan yang lama. (Mugnisjah, 1990)         

Tanaman dengan tingkat vigor yang tinggi mungkin dapat dilihat dari performansi fenotipis kecambah atau bibitnya, yang selanjutnya mungkin dapat berfungsi sebagai landasan pokok untuk ketahananya terhadap berbagai unsur musibah yang menimpa. Vigor benih untuk kekuatan tumbuh dalam suasana kering dapat merupakan landasan bagi kemampuannya tanaman tersebut untuk tumbuh bersaing dengan tumbuhan pengganggu ataupun tanaman lainnya dalam pola tanam multipa. Vigor benih untuk tumbuh secara spontan merupakan landasan bagi kemampuan tanaman mengabsorpsi sarana produksi secara maksimal sebelum panen. Juga dalam memanfaatkan unsur sinar matahari khususnya selama periode pengisian dan pemasakan biji. (Sajad, 1993)

Pada hakekatnya vigor benih harus relevan dengan tingkat produksi, artinya dari benih yang bervigor tinggi akan dapat dicapai tingkat produksi yang tinggi. Vigor benih yang tinggi dicirikan antara lain tahan disimpan lama, tahan terhadap serangan hama penyakit, cepat dan merata tumbuhnya serta mampu menghasilkan tanaman dewasa yang normal dan berproduksi baik dalam keadaan lingkungan tumbuh yang sub optimal. Pada umumnya uji vigor benih hanya sampai pada tahapan bibit. Karena terlalu sulit dan mahal untuk mengamati seluruh lingkaran hidup tanaman. Oleh karena itu digunakanlah kaidah korelasi misal dengan mengukur kecepatan berkecambah sebagai parameter vigor, karena diketahui ada korelasi antara kecepatan berkecambah dengan tinggi rendahnya produksi tanaman. Rendahnya vigor pada benih dapat disebabkan oleh beberapa hal antara lain faktor genetis, fisiologis, morfologis, sitologis, mekanis dan mikrobia. (Sutopo, 1984)

Bahwa keadaan lingkungan di lapangan itu sangat penting dalam menentukan kekuatan tumbuh benih adalah sangat nyata dan perbedaan kekuatan tumbuh benih dapat terlihat nyata dalam keadaan lingkungan yang kurang menguntungkan. Di samping itu kecepatan tumbuh benih dapat pula menjadi petunjuk perbedaan kekuatan tumbuh. (Harjadi, 1979)         

Kemunduran suatu benih dapat diterangkan sebagai turunnya kualitas atau viabilitas benih yang mengakibatkan rendahnya vigor dan jeleknya pertumbuhan tanaman serta produksinya. Di mana kejadian tersebut merupakan suatu proses yang tak dapat balik dari kualitas suatu benih. Benih yang memiliki vigor rendah akan berakibat terjadinya kemunduran yang cepat selama penyimpanan benih, makin sempitnya keadaan lingkungan dimana benih dapat tumbuh, kecepatan berkecambah benih menurun, kepekaan akan serangan hama dan penyakit meningkat, meningkatnya jumlah kecambah abnormal dan rendahnya produksi tanaman. (Sajad, 1993)
Panen, pengeringan, pengolahan dan penyimpanan yang baik merupakan usaha-usaha yang dapat membantu menghambat proses kemunduran benih. Dengan penyimpanan yang baik dapat memperlambat terjadinya kemunduran fisiologis dari benih yang sudah mencapai vigor maksimum pada saat masak fisiologis. (Justice,1990)           

III. ALAT DAN BAHAN     
a. Benih kedelai          
b. Benih jagung          
c. Benih padi  
d. Benih kacang tanah
e. Kertas merang        
f. Petridish      
g. Kopenhagen seed germination       
h. Eksikator    
i. Seed box     

IV. PROSEDUR KERJA      
a. Daya kecambah      
1. Menyiapkan benih kedelai dan jagung masing-masing sebanyak 50 biji dengan 4 ulangan
2. Menyiapkan kertas merang yang dibuat menyerupai ukuran petridish kecil          
3. Kertas merang dibasahi dan ditaruh di Kopenhagen seed germination      
4. Benih kedelai dan jagung ditaruh di atas kertas merang dan ditutup          
5. Diamati selama delapan hari           

b. Uji penuaan dipercepat      
1. Menyiapkan benih padi sebanyak 150 biji dengan 4 ulangan        
2. Masing-masing dimasukkan ke dalam kantong plastik @ plastik 50 biji   
3. Empat kantong plastik dimasukkan ke eksikator dengan perlakuan air, 4 kantong plastik dimasukkan ke eksikator dengan perlakuan KNO3 dan 4 kantong plastik dimasukkan ke eksikator tanpa perlakuan (kontrol)           
4. Disimpan selama 24 jam    
5. Setelah 24 jam, dikeluarkan dari eksikator dan ditanam di petridish yang dialasi kertas merang
6. Diamati selama 14 hari       

c. Uji daya muncul     
1. Menyiapkan benih kacang tanah sebanyak 25 biji dengan 3 ulangan        
2. Menyiapkan seed box yang diisi pasir        
3. Biji ditanam di seed box dengan perlakuan:           
• Kedalaman 3 cm sebanyak 25 biji   
• Kedalaman 5 cm sebanyak 25 biji   
• Kedalaman 7 cm sebanyak 25 biji   
4. Diamati selama 14 hari       

V. HASIL DAN PEMBAHASAN   

Pada praktikum daya kecambah ini, praktikan menggunakan media kedelai dan jagung masing-masing sebanyak 50 biji dengan 4 ulangan dan kemudian dikecambahkan di kopenhagen seed germination. Praktikan melakukan pengamatan selama 8 hari. Dari hasil pengamatan diperoleh data sebagai berikut rata-rata daya kecambah jagung 81% dan rata-rata daya kecambah kedelai adalah 61%. Hasil pengamatan ini berbeda dengan teori yang menyatakan bahwa biji jagung akan berkecambah relatif lebih lambat, karena proses penyerapan dan pencernaan tidak akan terjadi atau baru dimulai sewaktu biji tersebut ditanamkan. Mungkin faktor lingkungan yang berpengaruh besar terhadap daya kecambah benih jagung dan kedelai ini.   

Proses perkecambahan secara biologis terjadi melalui beberapa proses berurutan selama perkecambahan biji yaitu penyerapan air, pencernaan, pengangkutan zat makanan, asimilasi, pernafasan dan pertumbuhan.   
Dalam pengujian di laboratorium, daya berkecambahnya benih diartikan sebagai mekar dan berkembangnya bagian-bagian penting dari embrio suatu benih yang menunjukkan kemampuannya untuk tumbuh secara normal pada lingkungan yang sesuai. Dengan demikian pengujian daya tumbuh atau daya berkecambah benih ialah pengujian akan sejumlah benih, berapa persentase dari jumlah benih tersebut yang mampu berkecambah pada jangka waktu yang telah ditentukan.

Untuk praktikum viabilitas dan vigor benih uji penuaan dipercepat, praktikan menggunakan bahan benih padi sebanyak 150 biji dengan 4 ulangan yang masing-masing dimasukkan ke dalam kantong plastik @ 50 biji. Masing-masing kantong itu kemudian dimasukkan ke dalam eksikator dengan perlakuan kontrol, KNO3 dan air. Kemudian dibiarkan selama 48 jam, setelah waktu itu tercapai benih-benih tersebut ditanam di petridish yang dialasi kertas merang dan diamati selama 14 hari. Dari hasil pengamatan praktikan diperoleh data sebagai berikut rerata daya kecambah kontrol adalah 85,5%; rerata daya kecambah KNO3 adalah 84,5 dan rerata daya kecambah air adalah 86,5%.
Air memegang peranan yang terpenting dalam proses perkecambahan biji. Air adalah merupakan faktor yang menentukan di dalam kehidupan tumbuhan. Tanpa adanya air, tumbuhan tidak bisa melakukan berbagai macam proses kehidupan apapun. Kira-kira 70% atau lebih daripada berat protoplasma sel hidup terdiri dari air.    

Yang dimaksud dengan kemampuan tumbuh secara normal yaitu dimana perkecambahan benih tersebut menunjukkan kemampuan untuk tumbuh dan berkembang menjadi bibit tanaman yang baik dan normal, pada lingkungan yang telah disediakan yang sesuai bagi kepentingan pertumbuhan dan perkembangannya.        
Untuk praktikum yang ketiga viabilitas dan vigor benih adalah uji daya muncul. Media yang digunakan adalah benih kacang tanah yang ditanam di seed box dengan perlakuan yang berbeda, yaitu di kedalaman 3cm, 5cm dan 7cm. Dari hasil pengamatan praktikan diketahui bahwa rerata daya kecambah yang paling baik dicapai oleh benih kacang tanah yang ditanam pada kedalaman 3 cm yaitu 19%. Untuk benih kacang tanah yang ditanam pada kedalaman 5cm rerata daya kecambahnya 16% dan yang ditanam pada kedalaman 7cm daya kecambahnya 17%.

Beberapa penilaian yang kurang atau tidak baik terhadap benih yaitu apabila dalam perkecambahannya, tunas keluar terlebih dahulu daripada akarnya, benih sama sekali tidak mengeluarkan akar hanya tunas, akar kecambah berbentuk spiral ujungnya tumpul atau membesar dan berkilat, akar kecambah yang keluar bukan akar utama melainkan akar samping.
Pengujian daya tumbuh atau daya berkecambah ini hendaknya dilakukan terhadap benih murni, yaitu benih-benih yang telah teruji atau dari kelompok benih dengan kemurnian yang terjamin (kemurnian di atas 98%)        

Sebagai hasil penelitian yang dilakukan dengan seksama, dapat diketahui bahwa terdapat hubungan yang demikian erat antara kecepatan berkecambahnya benih dengan vigor tanamannya. Ternyata dari adanya kenyataan bahwa benih yang kecepatan berkecambahnya tinggi, tanaman yang dihasilkannya akan lebih tahan terhadap keadaan atau lingkungan yang kurang menguntungkan. Dengan demikian jelas bahwa kecepatan berkecambahnya benih merupakan aspek penting dari vigor tanamannya, serta memberikan indeks vigor dari setiap kelompok benih. Karena itu perlu dilakukan pengujian tentang kecepatan berkecambah tersebut, yang penilaiannya dapat dilakukan dengan beberapa cara. 

Dalam pengujian kecepatan berkecambah, penggunaan cara perhitungan pertama adalah lazim dilakukan yang dalam penilaiannya digunakan prosentase benih yang berkecambah pada hari ketiga atau keempat setelah masa tanamnya. Jadi penilaian atau perhitungan pada hari ketiga atau hari keempat tersebut merupakan penilaian atau perhitungan pertama. Dan apabila menurut penilaian atau perhitungan pertama tersebut ternyata benih yang berkecambah normal adalah sejumlah lebih dari 75% dari keseluruhan benih yang disemaikan dalam rangka pengujian, keadaan kecepatan berkecambahnya benih tersebut adalah tinggi.           

Untuk selama periode waktu tertentu sesudah panen, pada umumnya biji dari kebanyakan tanaman menghendaki beberapa syarat khusus untuk dapat memulai perkecambahan. Biji-biji ini pada umumnya akan berkecambah segera pada keadaan lingkungan yang hampir bersamaan, akan tetapi biji dari tanaman tertentu terutama biji rumputan menghendaki keadaan lingkungan khusus untuk dapat berkecambah. Persyaratan untuk perkecambahan yang berbeda-beda dari bermacam-macam biji adalah penting diketahui untuk pedoman untuk penanaman biji, pedoman untuk menetapkan treatment tertentu terhadap biji dan pada biji rumputan adalah sebagai petunjuk untuk pembrantasan tanaman pengganggu.  
Syarat luar yang utama yang dibutuhkan untuk dapat aktifnya kembali pertumbuhan embryonic axis adalah adanya air yang cukup untuk melembabkan biji, suhu yang pantas, cukup oksigen dan adanya cahaya yang sangat essensial untuk kebanyakan biji rumputan dan beberapa biji tanaman tertentu.

VI. KESIMPULAN   

a. Dari hasil pengamatan diperoleh data bahwa rata-rata daya kecambah jagung 81% sedangkan rata-rata daya kecambah kedelai 60%.          
b. Daya kecambah benih memberikan informasi kepada pemakai benih akan kemampuan benih tumbuh normal menjadi tanaman yang berproduksi wajar dalam keadaan biofisik lapangan yang serba optimum.   
c. Benih yang kecepatan berkecambahnya tinggi, tanaman yang dihasilkannya akan lebih tahan terhadap keadaan atau lingkungan yang kurang menguntungkan.          
d. Pada uji penuaan dipercepat rata-rata daya kecambah yang paling baik adalah pada perlakuan eksikator dengan perlakuan air dimana daya kecambahnya mencapai 86,5%.   
e. Kira-kira 70% atau lebih daripada berat protoplasma sel hidup terdiri dari air.       
f. Pada uji daya muncul rata-rata perkecambahan yang paling baik adalah 19% yang ditanam pada kedalaman 3cm.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

jadilah bagian dari seribu orang yang menyukai blog ini, dengan mengikuti kami di Laman Facebook. Budidaya Pertanian, mengenai kritik dan saran kami sangat mengharapkan demi sempurnanya informasi yang kami sampaikan
 
Support : Facebook: AL AZ ARI/'>Ari Sandria | Agronomi Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. AGRONOMI UNHAS - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template