Headlines News :
Home » » Definisi Agronomi

Definisi Agronomi

Written By Al Az Ari on Jumat, 01 November 2013 | 08.45

DASAR DASAR AGRONOMI

1.Pengertian agronomi

Agronomi berasal dari:       Agros yang artinya lapangan produksi

                                      Nomos yang artinya pengelolahan

Dengan demikian agronomi di artikan suatu ilmu yang mempelajari cara pengolahan tanman pertanin dan lingkungan guna memperoleh produksi yang maksimal.

Dengan demikian pengertian tersebut mengandung rangka acuan yang berisi 3 pengertian pokok (unsure unsure agronomi)

Antara lain:

a.lapang produksi (lingkungan tanaman).

b.pengelolaan (manajemen).

c.produksi maksimum (sebagai hasil proses 2 faktor di atas)

Fokus agronomi:lapang produksi,bisa berupa sebidang tanah,bak,pot,gelas plastik, dll…. Letak yang alamih juga berupa buatan.

Saran agronomo yang bisa menjadi pelengkap lapang adalah:

1.sarana teknologi misalkan: a.sarana pengolahan

                                            b.sarana penyimpanan

                                            c.sarana penyimpanan

                                            d.sarana pengangkut produksi

Sasaran agronomi adalah memaksimalkan produksi yang mungkin berupa buah,biji,getah, dalam sasaran satuan kg,ton, dll.

2.Tindak agronomi adalah suatu cara untuk menghasilkan produksi yang maksimal

Pertanian purba belum bisa di katakana sebagai kelompok agronomi karena belum melakukan tindak agronomi, misalnya:

Ø  Tidak melakukan pengolahan tanah,mereka hanya membakar hutan dan menanamnya.

Ø  Tidakn memelihara tanaman, karena mereka hanya menanam kemudian meningalkan tanaman  tersebut

Ø  Berpindah pindah

Ø  Tidak berusaha mencapai produksi maksimum

Pada umumnya, tingkat agronomi terkait dengan tingkat pengetahuan petani masa itu, relefansi demikian berwujud suatu kesadaran untuk melaksanakan tindak agronomi. Tingkat awal dari tindak agronomi di mulai dari menetapnya seorang peladang penghuni suatu areal disekitar rumahnya peladang tersebut. Memenam tanaman secara lebih intensif.

Tindak agronomi yang sempurna di tandai dengan adanya  lapang produksi, pengelolaan yang terencana, memiliki minat untuk mencapai produksi maksimum dengan menerapkan ilmu dan teknologi.

Tingkatan tindak agronomi berjenjang dari yang sederhana sampai yang maju. Nilainya tergantung pada tingkat ke 3 pengertian pokok agronomi.

3. Aspek dengan lingkungan hidup

          1. aspek agronomi memiliki 3 aspek :

                   A . Aspek pemuliaan tanaman

                   B. Aspek fisiologi tanaman

                   C. Aspek ekologi tanaman

v  Ketiga aspek di atas merupakan suatu gugus ilmu tanaman dengan langsung berperan terhadap tindak agronomi dan sekaligus akan terlihat pada produksi tanaman.

v  Hasil pemuliaan  tanaman, misalnya untuk suatau varietas yang memiliki berbagai sifat ungul kemungkinan sifat ungulnya tergantung kepada tingkatan tindak agronomi yang di lakukan pada tahap itu.

 Aspek Agronomi

A.Pemuliaan Tanaman


Pemuliaan tanaman merupakan kegiatan untuk mengubah susunan genetik tanaman secara tetap (baka) sehingga memiliki sifat atau penampilan sesuai dengan tujuan yang diinginkan pelakunya. Pelaku kegiatan ini disebut pemulia tanaman. Pemuliaan tanaman umumnya mencakup tindakan penangkaran, persilangan, dan seleksi. Dasar pengetahuan mengenai perilaku biologi tanaman dan pengalaman dalam budidaya diperlukan dalam kegiatan ini sehingga sering kali dikatakan sebagai gabungan dari ilmu dan seni.
Produk pemuliaan tanaman adalah kultivar dengan ciri-ciri yang khusus dan bermanfaat bagi penanamnya. Dalam kerangka usaha pertanian (agribisnis), pemuliaan tanaman merupakan bagian awal/hulu dari mata rantai usaha tani dan memastikan tersedianya benih atau bahan tanam yang baik dan bermutu tinggi.
1. Tujuan dalam pemuliaan tanaman
Tiga varietas mawar (bunga berwarna merah hati, kuning, dan merah terang, berturut-turut dari depan ke belakang) merupakan hasil perakitan terhadap variasi genetik yang tersedia dalam satu spesies mawar.
Tujuan dalam pemuliaan tanaman secara umum diarahkan pada dua hal: peningkatan kepastian terhadap hasil yang tinggi dan perbaikan kualitas produk yang dihasilkan.
Peningkatan kepastian terhadap hasil biasanya diarahkan pada
• peningkatan daya hasil,
• ketahanan terhadap gangguan dari organisme lain atau lingkungan yang kurang mendukung,
• daya tumbuh tanaman yang kuat, serta
• kesesuaian terhadap teknologi pertanian yang lain.
Usaha perbaikan kualitas produk dapat diarahkan pada perbaikan ukuran, warna, kandungan bahan tertentu, pembuangan sifat-sifat yang tidak disukai, ketahanan simpan, atau keindahan serta keunikan.
2. Strategi pemuliaan tanaman
Strategi dalam pemuliaan tanaman masa kini adalah dengan melakukan peningkatan variasi genetik yang diikuti kemudian dengan seleksi pada keturunannya. Pemuliaan tanaman biasanya mengarah pada domestikasi meskipun tidak selalu demikian.
Peningkatan variasi genetik dapat dilakukan melalui berbagai cara:
• Introduksi
• Persilangan
• Manipulasi genom
• Manipulasi gen atau bagian kromosom
• Transfer gen.
Tiga cara yang pertama dikenal sebagai "pemuliaan klasik" atau "konvensional" dan dua cara yang terakhir merupakan cara pemuliaan "molekular" serta dianggap sebagai bagian dari bioteknologi.
Introduksi
Mendatangkan bahan tanam dari tempat lain (introduksi) merupakan cara paling sederhana untuk meningkatkan keragaman genetik. Seleksi penyaringan (screening) dilakukan terhadap koleksi plasma nutfah yang didatangkan dari berbagai tempat dengan kondisi lingkungan yang berbeda-beda. Pengetahuan tentang pusat keanekaragaman tumbuhan penting untuk penerapan cara ini. Keanekaragaman genetik untuk suatu spesies tidaklah seragam di semua tempat di dunia. N.I. Vavilov, ahli botani dari Rusia, memperkenalkan teori "pusat keanekaragaman" (centers of origin) bagi keanekaragaman tumbuhan.
Contoh pemuliaan yang dilakukan dengan cara ini adalah pemuliaan untuk berbagai jenis tanaman buah asli Indonesia, seperti durian dan rambutan, atau tanaman pohon lain yang mudah diperbanyak secara vegetatif, seperti ketela pohon dan jarak pagar. Introduksi dapat dikombinasi dengan persilangan.
Persilangan
Penyaringan gandum untuk ketahanan terhadap salinitas (kadar garam tanah yang tinggi). Varietas di sebelah kanan rentan terhadap salinitas sehingga mati, sementara varietas di sebelah kiri masih sanggup bertahan hidup.
Persilangan merupakan cara yang paling populer untuk meningkatkan variasi genetik, bahkan sampai sekarang karena murah, efektif, dan relatif mudah dilakukan.
Pada dasarnya, persilangan adalah manipulasi komposisi gen dalam populasi. Keberhasilan persilangan memerlukan prasyarat pemahaman akan proses reproduksi tanaman yang bersangkutan. Berbagai macam skema persilangan telah dikembangkan (terutama pada pertengahan abad ke-20) dan menghasilkan sekumpulan metode pemuliaan yang lazim diajarkan di perkuliahan bagi mahasiswa pemuliaan tanaman tingkat sarjana.
Semua varietas unggul padi, jagung, dan kedelai yang ditanam di Indonesia saat ini dirakit melalui persilangan yang diikuti dengan seleksi.
Perkembangan dalam biologi molekular memunculkan metode-metode pemuliaan baru yang dibantu dengan marker molekular dan dikenal sebagai pemuliaan berbantuan marker.
Manipulasi genom
Yang termasuk dalam cara ini adalah semua manipulasi ploidi, baik penggandaan genom (set kromosom) maupun perubahan jumlah kromosom. Gandum roti dikembangkan dari penggabungan tiga genom spesies yang berbeda-beda. Semangka tanpa biji dikembangkan dari persilangan semangka tetraploid dengan semangka diploid. Teknik pemuliaan ini sebenarnya juga mengandalkan persilangan dalam praktiknya.
Manipulasi gen dan ekspresinya
Metode-metode yang melibatkan penerapan genetika molekular masuk dalam kelompok ini, ditambah metode klasik pemuliaan dengan mutasi. Berbagai teknik yang tercakup di dalamnya, di antaranya TILLING, teknologi antisense, gene silencing, teknologi RNAi, rekayasa gen, dan overexpression. Meskipun teknik-teknik ini telah diketahui berhasil diterapkan dalam skala percobaan, belum ada varietas komersial yang dirilis dengan cara ini.
Transfer gen
Cara ini dikenal pula sebagai transformasi DNA. Gen dari organisme lain disisipkan ke dalam DNA tanaman untuk tujuan tertentu. Strategi pemuliaan ini banyak mendapat penentangan dari kelompok-kelompok lingkungan karena kultivar yang dihasilkan dianggap membahayakan lingkungan jika dibudidayakan.
Transformasi tanaman yang dimediasi dengan Agrobacterium tumefaciens merupakan metode transformasi tanaman yang paling umum digunakan A. tumefaciens secara alami menginfeksi tumbuhan dikotil dan menyebabkan tumor yang disebut ‘crown gall’ Bakteri ini merupakan bakteri gram negatif yang menyebabkan crown gall dengan mentransfer bagian DNA-nya (dikenal sebagai T-DNA) dari Tumour inducing plasmid (Ti plasmid) ke dalam inti sel dan berintegrasi dengan genom sehingga menyebabkan penyakit ‘crown gall’.T-DNA mengandung 2 tipe gen, gen onkogenik yang menyandikan enzim termasuk sintesis auksin dan sitokinin dan membentuk formasi tumor, serta gen yang menyandikan sintesis opin, hasil dari kondensasi asam amino dan gula. Opin dihasilkan dan diekskresikan sel ‘crown gall’ dan digunakan oleh A. tumefaciens sebagai sumber karbon dan nitrogen. Sementara gen untuk reaksi katabolisme opin, gen yang membantu transfer T-DNA dari bakteri ke sel tanaman, dan gen tansfer konjugatif plasmid, terdapat diluar T-DNA.
A. tumefaciens terlebih dahulu melakukan pelekatan pada permukaan sel tanaman dengan membentuk mikrofibril sehingga menyebabkan terjadinya luka pada tanaman yang akan mengeluarkan senyawa fenolik yaitu asetosiringone sebagai respon sinyal. Sinyal tersebut mengaktifkan virA yang merupakan protein kinase untuk mengaktifkan virG dan memfosforilasinya menjadi virG-P. Dengan aktifnya virG-P ini akan mengaktifkan gen-gen vir lainnya untuk mulai bersifat virulen dan melakukan transfer VirD untuk memotong situs spesifik pada Ti plasmid, pada sisi kiri dan kanannya sehingga melepaskan T-DNA yang akan ditransfer dari bakteri ke sel tanaman . T-DNA utas tunggal akan diikat oleh protein VirE yang merupakan single strand binding protein sehingga terlindung dari degradasi. Bersamaan dengan itu, protein virB membentuk saluran transmembran ysng menghubungkan sel A. tumefaciens dan sel tanaman sehingga T-DNA dapat masuk ke sel tanaman. Gen pada T-DNA, yang meliputi gen auksin, sitokinin dan opin, ikut terekspresi sehingga memacu pertumbuhan sel tanaman menjadi banyak (tumor.
Dengan adanya teknologi transformasi yang dimediasi A. tumefaciens ini berperan dalam menghasilkan tanaman transgenik, seperti tanaman tembakau yang tahan terhadap antibiotik tertentu. Resistensi terhadap antibiotik ini didapatkan dari bakteri yang turut menyisip pada T-DNA A. tumefaciens.
Produk yang dihasilkan dengan cara ini sudah cukup banyak, seperti berbagai kultivar padi, kedelai, jagung, kapas, tomat, dan kentang.

B.Fisiologi Tanaman


Fisiologi adalah salah satu cabang ilmu dalam biologi yang mempelajari proses-proses yang terjadi di dalam tubuh makhluk hidup. Proses yang terjadi biasanya berupa metabolisme ataupun reaksi-reaksi kimia yang membuat makhluk hidup dapat bertahan hidup. Fisiologi juga sangat tergantung pada kondisi ligkungan karena pada dasarnya kehidupan setiap makhluk hidup sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan.

Fisiologi tumbuhan adalah ilmu yang mempelajari semua proses metabolisme yang terjadi di dalam tubuh tumbuhan agar tumbuhan tetap dapat tumbuh. Tumbuhan yang masuk dalam ruang lingkup fisiologi tumbuhan adalah semua jenis pada kingdom plantae, baik yang bersel satu ataupun tingkat tinggi, monera, sebagian protista, dan fungi. Akan tetapi, sejauh ini, yang menjadi topik dan objek para fisiologiawan tumbuhan adalah organisme dari golongan plantae.

Berbeda dengan fisiologi tumbuhan, fisiologi tanaman mempelajari proses-proses metabolisme dan biokimia pada tanaman-tanaman. Tanaman adalah tumbuhan yang sudah dibudidayakan oleh manusia. Dengan demikian, cakupan fisiologi tanaman lebih sempit daripada fisiologi tumbuhan. Karena yang dipelajari mencakup tanaman-tanaman yang biasanya diambil manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, maka proses metabolisme yang dipelajari hanya mencakup metabolisme yang berkaitan dengan bagaimana mendapatkan hasil panen yang tinggi dari bagian-bagian tanaman yang dipanen.


Ketika fisiologi tumbuhan banyak mempelajari metabolisme dalam lingkup seluler dan molekuler, maka fisiologi tanaman mempelajari metabolisme dalam tingkatan individu dan populasi tanaman. Keduanya memiliki pembahasan yang hampir sama yaitu macam proses metabolisme, mekanisme proses yang terjadi, tempat terjadinya proses, dan faktor yang berpengaruh terhadap proses metabolisme.

Fisiologi, baik fiisologi tumbuhan ataupun fisiolagi tanaman tidak dapat dipisahkan dengan cabang ilmu yang lain, teutama fisika dan kimia. Selama ini, proses metabolisme yang berada didalam tubuh tumbuhan ataupun tanaman lebih banyak dijelaskan dengan proses fisika dan kimia oleh para fisiologiawan. Beberapa proses metabolisme dapat dijelaskan secara rinci tentang prnsip kimia dan fisika yang terlibat di dalamnya. Dengan kata lain, prinsip-prinsip tentang reaksi kima dan fisika merupakan bekal utama dalam mempelajari fisiologi tumbuhan dan fisiologi tanaman.

 Selain fisika dan kimia ada beberapa ilmu lain yang belakangan menjadi sangat berkaitan dengan fisiologi tumbuhan dan fisiologi tanaman. Ilmu botani, khususnya ekologi adalah yang juga berkaitan dengan fisiologi, factor-faktor lingkungan ang dipelajari dalam ekologi sangat berpengaruh terhadap proses metabolisme dalam tubuh tubuh tumbuhan. Anatomi juga sangat berkaitan karena struktur sel dengan segala macam organelnya juga berpengaruh terhadap proses metabolisme yang terjadi. Yang terakhir adalah matematika. Baru-baru ini dikembangkan model matematis untuk fisiologi tanaman dengan tujuan untuk meramalkan hubungan antara hasil tanaman yang mungkn didapatkan dengan berbagai factor lingkungan yang mempengaruhinya.

Dengan mempelajari fisiologi baik tumbuhan maupun tanaman diharapkan dapat lebih memahami proses yang terjadi di dalam tumbuhan/tanaman dalam kaitannya dengan lingkungan yang pada akhirnya diperoleh suatu pendekatan atau mode suatu tanaman atau teknik budidaya yang palig efektif dan efisien dalam memanfaatkan sumber daya yang ada dan tetap memberikan hasil panen yang optimal.

C.Ekologi Tanaman


Yang dimaksud dengan ekologi tanaman adalah merupakan cabang ilmu Biologi yang mempelajari hubungan timbal balik antara tanaman dengan lingkungannya. Sebagai makhluk hidup, tanaman tentu membutuhkan sumber daya kehidupan dari lingkungan tempat dirinya tumbuh dan berkembang. Demikian juga, sebaliknya dengan lingkungan yang membutuhkan tanaman sebagai upaya menjaga agar keberadaannya tetap subur. Dengan demikian maka keberadaan tanaman di sebuah lingkungan berpengaruh terhadap kondisi lingkungan tersebut. Hal-hal itulah yang dipelajari dalam ekonologi tanaman, yang sebenarnya dipelajar untuk membudidayakan tanaman dengan hasil yang optimal, namun tidak mengakibatkan kerusakan lingkungan.

Bila ekologi tanaman dipraktekkan sesuai dengan tujuannya, maka lingkungan hidup akan tetap terjaga kelestariannya dan tanaman akan tumbuh dengan optimal. Pada kondisi seperti ini makhluk hidup lain seperti manusia yang memerlukan keduanya, juga akan terjaga kelestariannya. Tuhan memang telah menciptakan alam semesta beserta makhluk hidup yang ada di dalamnya sebagai satu kesatuan yang terikat dalam sistem timbal-balik. Pelanggaran-pelanggaran terhadap sistem timbal balik alam semesta itulah munculnya berbagai bencana alam, yang pada akhirnya tidak hanya pelaku pelanggaran yang terhukum melainkan seluruh makhluk hidup yang yang berada di alam semesta ini.

Definisi Ekologi Tanaman

Ekologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu oikos yang berarti 'rumah' dan logos yang artinya 'ilmu'. Secara etimologis, ekologi mempunyai makna ilmu tentang makhluk hidup dan rumah tempat dirinya tinggal. Secara definitif, ekologi berarti ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan lingkungan tempat makhluk hidup tersebut tinggal.

Demikian juga, ekologi tanaman yang berarti mempelajari hubungan timbal balik antara tanaman dengan lingkungannya. Perlu dipahami bahwa lingkungan terbagi menjadi dua bagian, yaitu lingkungan biotik (makhluk hidup sebagai sumber makanan dan rekan interaksi) dan lingkungan abiotik (seperti cahaya, air, dan mineral). Lingkungan inilah yang menyebabkan terbentuknya kondisi tanaman bisa tumbuh dengan optimal.

Bila lingkungan sesuai dengan toleransi kebutuhan hidup tanaman, sebuah tanaman akan hidup dan tumbuh dengan optimal. Sebaliknya, ekologi tanaman yang tidak bersahabat akan menimbulkan stres pada tanaman dan perkembangan yang tidak sesuai harapan. Dari penjelasan tersebut, jelas bahwa ekologi tanaman adalah bagian tak terpisahkan dari ilmu Biologi. Dalam kehidupan sehari-hari Ekologi seringkali disebut Biologi Lingkungan.

Kehadiran ekologi tanaman di jaman sekarang terasa semakin dibutuhkan ketika kondisi lingkungan biotik dan abiotik yang sudah tidak memenuhi syarat untuk tumbuhnya tanaman secara optimal. Pada saat itulah diperlukan beragam ilmu pengetahuan yang terintegrasi, sehingga kalau pun harus menggunakan rekayasa teknologi misalnya, tetap mengacu pada hukum dasar saling ketergantungan antara makhluk hidup di alam semesta ini. Sebaliknya bila rekayasa teknologi hanya memperhatikan satu aspek saja, misalnya hanya memperhatikan aspek bagaimana sebuah tanaman bisa tumbuh dengan optila dan menghasilkan atau berproduksi secara optimal pula, seringkali terjadi munculnya bahaya seperti kondisi tanah yang makin lama semakin tidak subur karena unsur hara yang tidak seimbang akibat rekayasa teknologi tadi.

Memang benar bahwa dalam mengamalkan ilmu pengetahuan dan teknologi harus disertai dengan sikap arif dan bijaksana, sehingga selalu memperhatikan kesinambungan dan saling ketergantungan antara makhluk hidup dengan alam sekitarnya. Dan dalam koridor metodologi pendidikan, semestinya pengembangan peserta didik tidak saja dioptimalkan otaknnya melainkan harus seiring sejalan dengan pengembangan akhlaknya. Hanya dari keseimbangan itulah yang akan melahirkan seorang ilmuwan yang arif dan bijaksana.

Tujuan Mempelajari Perkembangan Ekologi Tanaman

Budidaya tanaman sejak dulu dilakukan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, mulai dari cara tradisional hingga modern seperti saat ini. Perkembangan proses budidaya ini menimbulkan berbagai dampak, baik positif maupun negatif. Misalnya, saat terjadinya revolusi industri, proses budidaya tanaman banyak menggunakan alat-alat berat yang memakai bahan bakar fosil. Hal ini justru mencemari lingkungan tempat tanaman tersebut tumbuh. Proses inilah yang dipelajari dalam ekologi tanaman.

Contoh lainnya adalah metode budidaya tanaman menggunakan tumpang sari. Proses ini dipakai untuk meminimalisasi banyaknya pembakaran hutan untuk pembukaan lahan baru perkebunan. Mengapa petani membuka lahan baru? Karena lahan sebelumnya sudah tidak mampu lagi ditanami akibat kekurangan nutrisi tanah (kurang subur). Tumpang sari merupakan metode penanaman dengan menempatkan tanaman-tanaman penyubur tanah, seperti kacang yang mampu mengikat nitrogen di antara tanaman-tanaman panen utama seperti jagung. Hal-hal seperti ini juga dipelajari di dalam ekologi tanaman, sehingga selalu dicari jalan keluar agar kesinambungan dan saling ketergantungan antara makhluk hidup tersebut bisa tetap lestari untuk jangka waktu yang lebih panjang lagi. Selama masih diupayakan mengatasi masalah tersebut secara alami, tentu akan ditempuh cara alami. Namun kalau pada akhirnya harus melibatkan rekayasa teknologi, tetap akan ditempuh cara tersebut dengan tetap memperhatikan kesinambungan dan saling ketergantungan.

Keberadaan tanaman kacang di antara tanaman-tanaman jagung mampu menjaga stabilitas lingkungan sehingga tanah tetap subur dan bisa ditanami kembali di musim tanam selanjutnya. Dengan demikian, benar bahwa tujuan untuk mempelajari ekologi tanaman adalah mendapatkan hasil optimal dari teknik budidaya yang dilakukan serta menjaga kondisi lingkungan agar terhindar dari kerusakan baik secara langsung maupun tidak langsung.

Manfaat Ekologi Tanaman

Mempelajari ekologi tanaman akan mendatangkan beberapa keuntungan, di antaranya sebagai berikut :

  • Mengetahui lingkungan tumbuh tanaman yang sesuai dengan spesifikasi tanaman sehingga dapat menghasilkan produksi yang optimum. Hal ini memang tujuan utama dari budidaya tanaman. Namun tanpa pengetahuan dan pengamalan ekologi tanaman yang baik, akan menyebabkan orang memperhatikan satu tujuan yaitu bagaimana tanaman tetap menghasilkan produksi yang optimum.

  • Membangun agroekosistem lingkungan yang sesuai dengan kebutuhan tumbuh tanaman dalam aktivitas budidaya yang akan dilakukan. Hal ini terasa sangat penting terutama dalam berbagai keterbatasan terutama keterbatasan tanah.

  • Mampu mengatasi berbagai permasalahan lingkungan seperti lahan kritis dan memutuskan tanaman apa yang tepat untuk membuat lahan tersebut menjadi subur kembali. Ini memang menjadi salah satu tujuan dari mempelajari ekonomi tanaman.

  • Memahami bahwa lingkungan akan mempengaruhi jenis tanaman yang sesuai untuk dibudidayakan pada sebuah kawasan. Hal ini berdampak pada penjadwalan dan teknik budidaya yang digunakan. Kebijakan mengenai pemeliharaan lingkungan di satu sisi dan peningkatan produksi di sisi lain. Kesinambungan dan proses saling ketergantungan ini harus dipahami sebagai suatu kondisi yang apabila salah satu bagian dilanggar atau diabaikan, tentu saja akan sangat mempengaruhi yang lainnya. Itulah seperti disebutkan sebelumnya, seorang ilmuwan itu harus dibekali dengan sikap dan watak arif bijaksana, agar selalu memperhatikan kesinambungan dan tidak hanya memperhatikan satu sisi produktivitas tanaman semata-mata. Sekalipun tidak bisa dipungkiri bahwa tujuan budidaya tanaman memang untuk menghasilkan produksi yang optimum.

  • Mempelajari ekologi tanaman juga bisa menekan penggunaan bahan kimia dalam kegiatan budidaya pertanian. Hal ini dilakukan untuk mencegah degradasi lingkungan. Inilah yang dimaksud dengan arif dan bijaksana dalam mempraktekkan ilmu pengetahuan. Rekayasa teknologi seperti penggunaan bahan kimia, akan benar-benar dipertimbangkan secara matang.

 

 

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

jadilah bagian dari seribu orang yang menyukai blog ini, dengan mengikuti kami di Laman Facebook. Budidaya Pertanian, mengenai kritik dan saran kami sangat mengharapkan demi sempurnanya informasi yang kami sampaikan
 
Support : Facebook: AL AZ ARI/'>Ari Sandria | Agronomi Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. AGRONOMI UNHAS - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template