Headlines News :
Home » » TABULAMPOT

TABULAMPOT

Written By Al Az Ari on Minggu, 03 November 2013 | 23.54

I. PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Tabulampot adalah istilah yang baru sekitar sepuluh tahun terakhir muncul di masyarakat. Sebenarnya tabulampot merupakan akronim dari tanaman buah dalam pot. Tanaman buah yang lazim ditanam dalam pot adalah jeruk (keprok, siam dan manis), mangga, belimbing, rambutan sampai ke nangka. Mula-mula, tanaman buah ini ditanam dalam pot dalam rangka pembenihan (penangkaran). Secara tradisional, para penangkar benih tanaman buah, menyemai biji di lahan sawah, kemudian menyambungnya dengan mata tempel maupun sambung pucuk.
Sebelum polybag (kantong plastik hitam) diketemukan, para penangkar memindahkan benih tanaman buah ini ke dalam keranjang bambu agar tidak mengalami kerusakan ketika diangkut jarak jauh. Agar benih bisa lebih tahan lama sebelum dipasarkan, maka tanaman tersebut juga ditaruh dalam pot gerabah maupun drum bekas. Sampai sekarang pun, para penangkar di Lampung dan beberapa tempat lainnya masih tetap menggunakan keranjang bambu untuk menampung benih yang baru saja dicabut dari lahan sawah.
Pemangkasan adalah penghilangan beberapa bagian tanaman. Dalam suatu kebun hal ini biasanya berkaitan dengan pemotongan bagian-bagian tanaman yang berpenyakit, tidak produktif, atau yang tidak diinginkan. Secara alami, kondisi-kondisi alam seperti angin, salju, atau kabut dari air laut dapat mengakibatkan pemangkasan alami. Secara umum, semakin kecil luka yang diakibatkan (semakin kecil ranting yang dipotong), semakin kecil pula luka yang dialami oleh pohon. Maka dari itu biasanya lebih baik sebuah pohon dipangkas ketika masih remaja, daripada memangkas dahan pohon yang sudah dewasa. Jika sebuah pohon yang kecil dipangkas dengan salah dan rantingnya patah, hal tersebut tidak akan mengakibatkan kerugian yang banyak. Namun jika sebuah pohon besar di samping rumah dipangkas dengan (cara yang) salah, dan sebuah dahan jatuh dari ketinggian 15 meter.
1.2     Tujuan dan Kegunann
Tujuan dari praktikum ini adalah mengenal dan mempelajari cara–cara memelihara tanaman buah dalam pot. Mengetahui pemeliharaan dan perawatan tanaman buah dalam pot yang telah dewasa sehingga tanaman dapat berbunga dan berbuah.
Adapun dari kegunaan praktikum tanaman buah dalam pot yaitu Mengetahui keterampilan tentang beberapa teknik pemangkasan pada jenis tanaman buah dalam pot.uahan.


II. TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Tanaman buah dalam pot
Budidaya tabulampot, tidak hanya sekedar berbudidaya tanaman seperti pada umumnya. Namun, perlu pengembangan teknologi maju. Untuk itu, para pakar dan praktisi lapangan dituntut untuk mampu merekayasa teknik tabulampot yang efisien dan tepat guna. Soalnya banyak komponen teknologi yang harus diperhatikan dan diaplikasikan. Tujuannya, agar tabulampot berbentuk bagus, pendek, serasi, sehat, mampu berbunga dan berbuah sesuai dengan keinginan. Melakukan budidaya tabulampot perlu diimbangi dengan pemilihan atau penggunaan bibit varietas unggul sebagai bahan pertanaman. Mutu bibitnya ditentukan oleh faktor genetik (pohon induk unggul) dan lingkungan (ketinggian tempat, curah hujan, kesuburan tanah) (Dahlia, 2001).
Budidaya tanaman buah dalam pot (tabulampot) merupakan salah satu solusi bagi para pecinta tanaman di perkotaan yang notabene memiliki lahan yang sempit untuk dapat digunakan sebagai lahan pertanaman. Dari segi perawatan, tabulampot tidak tergolong sulit. Sama halnya dengan tanaman tanpa media pot, harus dipupuk dan diberi air (Dahlia, 2001).
Menumbuhkan tanaman buah dalam pot yang dapat tumbuh secara baik batang dan daun sangat mudah dan hampir semua orang bisa melakukannya. Tetapi, permasalahan yang timbul adalah bila tabulampot harus tumbuh batang, daun, serta keluar bunga dan buah maka tidak semua orang bisa. Hanya dengan pemeliharaan tanaman dan perawatan tanaman yang tekun yang bisa membuat
tanaman berbunga dan berbuah. Perawatan dan pemeliharaan tabulampot tidak dapat dapat dilakukan sembarangan, ada trik-trik khusus yang dapat dilakukan agar tabulampot mampu berbunga dan banyak berbuah (Redaksi Trubus, 2003)
Ada beberapa latar belakang yang mendasari mengapa tanaman harus dipangkas, pertama tanaman cenderung akan tumbuh terus, baik tumbuh ke atas maupun tumbuh ke samping. Pertumbuhan yang tidak diarahkan pada beberapa jenis tanaman buah, akan menghasilkan tajuk tanaman yang umumnya tumbuh memanjang ke arah atas (Jawa : nglancir), dengan batang atau cabang tunggal. Kuatnya dominasi apikal (tunas ujung) di bagian ujung tanaman, memacu tanaman untuk terus tumbuh meninggi ke arah atas, dan salah satu cara untuk mematahkan dominasi apikal tersebut adalah dengan cara pemangkasan, yang akan merangsang keluarnya pertumbuhan tunas-tunas samping atau tunas lateral.
Bentuk tanaman sebagai manifestasi pertumbuhan tanaman menjadi lebih ideal dan seimbang, baik pertumbuhan ke arah atas maupun ke arah samping. Kesehatan tanaman secara keseluruhan juga sangat dipengaruhi oleh bentuk tanamannya. Banyak dahan dan ranting yang tumbuh tidak teratur dan bersilangan di bagian tengah tanaman dengan daun-daun yang umumnya tidak terkena sinar matahari secara langsung. Daun-daun yang tidak terkena sinar matahari secara langsung, lebih bersifat parasit bagi tanaman secara keseluruhan karena tidak melakukan proses fotosintesis namun tetap mendapatkan fotosintat (hasil fotosintesis) dari daun-daun di bagian terluar yang terkena sinar matahari langsung atau matahari (Marsono, 2004).
Bunga dan buah yang muncul jumlahnya terbatas atau sedikit sekali. Fotosintat yang terbentuk hanya dialokasikan untuk pertumbuhan tanaman, khususnya ke bagian tanaman yang bersifat parasit tersebut, dan pada akhirnya hanya sangat sedikit jumlah fotosintat yang akhirnya dialokasikan oleh tanaman untuk memunculkan bunga dan buah. Tanaman yang dipangkas teratur akan memberikan lingkungan mikro yang baik bagi pertumbuhan tanaman itu sendiri, di mana sinar matahari sebagai sumber energy utama dapat menembus semua bagian tanaman, memberikan iklim mikro yang baik, mengurangi kelembaban yang berlebihan, juga dapat meminimalkan perkembangan jamur dan organism pengganggu tanaman (OPT) lainnya. Dengan demikian pertumbuhan tanaman menjadi lebih optimal untuk memberikan hasil (Marsono, 2004)
2.2. GROWMORE
GROWMORE adalah pupuk daun lengkap dalam bentuk kristal berwarna biru, sangat mudah larut dalam air. Dapat diserap dengan mudah oleh tanaman baik itu melalui penyemprotan daun maupun disiram ke dalam tanah, mengandung hara lengkap dengan konsentrasi yang berbeda sesuai dengan kebutuhan.



Formula ini memberikan jaminan pemberian unsur-unsur Nitrogen, Phosphat dan Kalium yang seimbang Formula ini memberikan jaminan pemberian unsur-unsur Nitrogen, Phosphat dan Kalium yang seimbang terhadap tanaman. Dapat digunakan sepanjang tahun, mulai saat tanaman muda (seedling), sampai akhir musim baik tanaman semusim maupun tanaman tahunan. Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap hama dan penyakit. terhadap tanaman. Dapat digunakan sepanjang tahun, mulai saat tanaman muda (seedling), sampai akhir musim baik tanaman semusim maupun tanaman tahunan. Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap hama dan penyakit (Pracaya, 2004).
2.3. Buah Naga
Buah naga (Inggris: pitaya) adalah buah dari beberapa jenis kaktus dari marga Hylocereus dan Selenicereus. Buah ini berasal dari Meksiko,Amerika Tengah dan Amerika Selatan namun sekarang juga dibudidayaka di suatu lokasi atau tempat ataukah di suatu  negara negara Asia seperti Taiwan, Vietnam, Filipina, Indonesia danMalaysia. Buah ini juga dapat ditemui di Okinawa, Israel, Australia utara dan Tiongkok selatan. Hylocereus hanya mekar pada malam hari(Rahardi, 2004)
Pada tahun 1870 tanaman ini dibawa orang Perancis dari Guyana ke Vietnam sebagai tanaman hias. Oleh orang Vietnam dan orang Cina buahnya dianggap membawa berkah. Oleh sebab itu, buah ini selalu diletakkan di antara dua ekor patung naga berwarna hijau di atas meja altar. Warna merah buah terlihat mencolok di antara warna naga-naga yang hijau. Dari kebiasaan inilah buah itu di kalangan orang Vietnam yang sangat terpengaruh budaya Cina dikenal sebagai thang loy (buah naga). Istilah Thang loy kemudian diterjemahkan di Eropa dan negara lain yang berbahasa Inggris sebagai dragon fruit (buah naga).
Morfologi tanaman buah naga terdiri dari akar, batang, duri, bunga, dan buah. Akar buah naga hanyalah akar serabut yang berkembang dalam tanahpada batang atas sebagai akar gantung. Akar tumbuh di sepanjang batang pada bagian punggung sirip di sudut batang. Pada bagian duri, akan tumbuh bunga yang bentuknya mirip bunga Wijayakusuma. Bunga yang tidak rontok berkembang menjadi buah. Buah naga bentuknya bulat agak lonjong seukuran dengan buah alpukat. Kulit buahnya berwarna merah menyala untuk jenis buah naga putih dan merah, berwarna merah gelap untuk buah naga hitam, dan berwarna kuning untuk buah naga kuning. Di sekujur kulit dipenuhi dengan jumbai-jumbai yang dianalogikan dengan sisik naga. Oleh sebab itu, buah ini disebut buah naga.Batangnya berbentuk segitiga, durinya sangat pendek dan tidak mencolok, sehingga sering dianggap "kaktus tak berduri". Bunganya mekar pada awal senja jika kuncup bunga sudah berukuran sekitar 30 cm. Mahkota bunga bagian luar yang berwarna krem, mekar sekitar pukul sembilan malam, lalu disusul mahkota bagian dalam yang putih bersih, meliputi sejumlah benang sari yang berwarna kuning. Bunga seperti corong itu akhirnya terbuka penuh pada tengah malam, karena itu buah naga dikenal sebagai night blooming cereus. Saat mekar penuh, buah naga menyebar bau yang harum. Aroma ini untuk memikat kelelawar, agar menyerbuki bunga buah naga (Rahardi, 2004).



III. METODE PERCOBAAN
3.1. Waktu dan Tempat
    Praktikum Tabulampot dilaksanakan di Lahan Praktikum Budidaya Pertanian, Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin, Makassar. Praktikum ini dilaksanakan setiap hari jumat, tepatnya pukul 15.30-17.00 WITA, yang berlangsung selama bulan Oktober – Desember 2013.
3.2. Bahan dan Alat
    Bahan yang digunakan pada praktikum ini yaitu tanaman buah naga, pupuk growmore, tanah, dan air.
    Adapun alat yang digunakan pada praktikum ini yaitu ember, alat tulis menulis dan penggari.
3.3. Prosedur Percobaan
1.   Mempersiapkan media tanam dengan perbandingan tanah 40%, pasir 20%, dan bahan organik 40%. Memcampur dan memasukkan kedalam pot yang sudah tersedia.
2.   Menambahkan pupuk dasar TSP dengan ukuran 40 gr per pot dengan ukuran pot berdiameter 50 cm.
3.   Memilih biit yang sehat dengan kisaran tinggi tanaman tidak lebih dari 2 m.
4.   Melakukan transplanting pada pagi hari
5.Mengurangi akar dari 20%-30% pada permukaan luar dan jangan sampai erusak akar bagian pangkal.
6.   Memidahkan tanaman dalam pot dengan hati-hati kemudian memasukkan media yang telah tersedia melalui bibir pot secara melingkar.
7.   Menyiram dengan air setelah itu menaruh tanaman dalam pot pada tempat yang tidak terkena sinar matahari secara langsung.
8.   Perawatan dengan meyiram tanaman dan pemupukan. Penyiraman dilakukan setiap hari awal pertumbuhan dan pemupukan dilakukan 3 minggu sekali.
9.   Pemangasan pembibitan dengan model yang dikehendaki 1:3:4 (1 cabang primer: 3 cabang sekunder: 4 cabang tersier)
10. Pemangakasan pemeliharaan dilakukan untuk menjaga kelembaban tanaman.
11. Pemangkasan pemeliharaan dilakukan untuk merangsang munculnya bunga dengan ranting yang terlalu rapat dan tunas air.
12. Pemangkasan akar 20%-30% dilakukan pada saat pergantian media tanam.
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil
Dari percobaan tabulampot yang telah dilakukan, maka di peroleh hasil sebagai berikut :   
  

4.2. pembahasan
Budidaya buah apabila tidak memiliki lahan yang cukup luas, sirkaya bisa ditanam di dalam pot. Selain lahan yang terpakai relatif sempit, tabulampot srikaya juga mudah dirawat. Keberhasilan menanam sirkaya dalam pot adalah pada ketersediaan unsur hara dan air bagi tanaman. Pot yang digunakan untuk bertanam sirkaya bisa berupa pot ukuran besar atau drum bekas dengan diameter 40-50 cm.
Pohon sirkaya biasanya dapat mencapai bentuk yang memuaskan tanpa pemangkasan bentuk, tetapi dalam beberapa kasus diperlukan usaha sedini mungkin untuk menjaga agar pohon sirkaya tetap berbatang tunggal. Pemangkasan untuk membentuk pohon tunggal ini dengan cara memotong cabang-cabang yang akan menyaingi pertumbuhan batang utama. Adapun hal yang perlu diperhatikan dalam pemangkasan tanaman yang baik adalah melakukan pemangkasan pada tunas-tunas air atau tunas lemah. Tanda tunas air atau lemah yaitu pertumbuhannya cepat seperti etiolasi sehingga lemah dan biasanya tumbuh di batang-batang utama. Pangkas tunas-tunas yang tumbuh di batang utama atau cabang utama. Perlu memperhatikan keseimbangan tajuk tanaman. Pangkas cabang-cabang yang menghalangi sinar matahari masuk hingga ke batang utama, ataupun cabang yang bersilangan/tumpang tindih. Pemangkasan bertujuan untuk peremajaan tanaman dilakukan setelah tanaman melewati masa berbuah. Caranya dengan memangkas cabang-cabang yang menjadi lemah setelah berbuah sehingga muncul tunas-tunas pengganti yang  lebih subur dan kekar.
Adapun cara untuk srikaya memiliki buah yang banyak terdapat pada pemangkasan dan pemupukan yang teratur. Pemangkasan dilakukan secara rutin setiap sebulan sekali dengan cara membuang pucuk tanaman sepanjang 30 cm. Apabila pemangkasan terlambat dilakukan dapat menghambat pembungaan dan memangkas ranting tua agar tumbuh pucuk yang baru. Percabangan yang terlalu banyak akan menghalangi sinar matahari. Saat pemupukan harus tepat pada waktunya. Srikaya dapat tumbuh di tanah yang subur dan banyak  unsur haranya. Oleh karena itu, berikan pupuk kandang 30-40 kg setiap 6 bulan. Selanjutnya penambahan 10 kg pupuk kandang. Pemberian pupuk diberikan menjelang musim kemarau atau musim hujan, dengan cara menabur pada sekitar tanaman secara merata.
Setelah buah berukuran sebesaar perlu dilakukan seleksi. Dengan cara memilih buah  yang sehat untuk dipanen dan buah yang jelek segera dibuang. Buah yang masih muda dibungkus dengan kertas koran agar tidak diserang oleh lalat buah. Untuk mempercepat pertumbuhan ukuran batang atas dan bawah harus sesuai.

V. PENUTUP
5.1. Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang dapat diambil adalah:
1.    Budidaya tanaman buah dalam pot (tabulampot) merupakan salah satu solusi bagi para pecinta tanaman di perkotaan yang notabene memiliki lahan yang sempit untuk dapat digunakan sebagai lahan pertanaman.
2.    Pemangkasan untuk membentuk pohon tunggal yaitu dengan cara memotong cabang-cabang yang akan menyaingi pertumbuhan batang utama.
3.    Pemangkasan bertujuan untuk peremajaan tanaman dilakukan setelah tanaman melewati masa berbuah. Caranya dengan memangkas cabang-cabang yang menjadi lemah setelah berbuah sehingga muncul tunas-tunas pengganti yang  lebih subur dan kekar.
5.2 Saran
Praktikan diharapkan lebih berhati-hati dalam melaksanakan pemangkasan dalam tabulampot sehingga hasil yang diinginkan tercapai dengan cepat berbuah. Selain itu, agar lebih memahami praktikum ini.


DAFTAR PUSTAKA
BPTP Sumatera Barat, 2007, Pengaruh Waktu Pemotongan Bagian Tanaman Di atas Tongkol  (Topping) pada Tanaman. Sumatera Barat
Dahlia. 2001. Petunjuk Praktikum Fisiologi Tumbuhan. UM Press: Malang.
Dwidjoseputro. 1990. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. PT Gramedia Pustaka Utama: Jakarta.
Pracaya. 2002. Budidaya Srikaya. Penebar Swadaya : Jakarta
Rahardi, F. 2004. Mengurai Benang Kusut Agribisnis Buah Indonesia. Penebar Swadaya:Jakarta
Redaksi Trubus. 2003. Pemangkasan Pacu Munculnya Buah Srikaya. Penebar Swadaya: Jakarta
Isbandi D. 1983. Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman. Jurusan Budidaya Pertanian. Fakultas Pertanian. Universitas Gadjah Mada: Yogyakarta.
Marsono. 2004. Tabulampot Solusi Berkebun di Lahan Sempit. Republika edisi Rabu 06 Oktober, Jakarta.



Terimakasih Sobat,, sudah berkunjung, jangan lupa di like yah atau tinggalkan pesan anda di kolom facebook paling bawah.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

jadilah bagian dari seribu orang yang menyukai blog ini, dengan mengikuti kami di Laman Facebook. Budidaya Pertanian, mengenai kritik dan saran kami sangat mengharapkan demi sempurnanya informasi yang kami sampaikan
 
Support : Facebook: AL AZ ARI/'>Ari Sandria | Agronomi Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. AGRONOMI UNHAS - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template