Headlines News :
Home » » LAPORAN DOUBLE TRANSPLANTING

LAPORAN DOUBLE TRANSPLANTING

Written By Al Az Ari on Minggu, 03 November 2013 | 23.34

I. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Double transplanting merupakan pola penanaman dengan memanfaatkan dua jenis tanaman dalam pemanfaatan bedengan atau guludan. Selain itu, perlu dilakukan metode persemaian terlebih dahulu untuk menambah persentase tumbuh pada jenis komoditi yang ditanam. Pada dasarnya double transplanting dilakukan untuk menumbuhkan dua jenis tanaman, khusunya tanaman hortikultura (seperti tanaman tomat dan cabe) pada satu bidang lahan yang sama. Untuk keuntungan double transplanting sendiri salah satunya adalah untuk menghasilkan produksi dari tanaman yang lebih besar dibandingkan dengan pola penanaman yang lain. Maka dari itu, double transplanting sangat sesuai dilakukan pada lahan yang kurang luas, tapi untuk keinginan produksi dari tanaman yang lebih besar dan meningkat.
Tomat adalah tumbuhan dari keluarga Solanaceae, tumbuhan asli Amerika Tengah dan Selatan, dari Meksiko sampai Peru. Tomat merupakan tumbuhan siklus hidup singkat, dapat tumbuh dengan tinggi sekitar 1 sampai 3 meter. Tomat merupakan keluarga dekat dari kentang. Menurut tulisan karangan Andrew F. Smith dalam bukunya yang berjudul The Tomato in America, tomat kemungkinan berasal dari daratan tinggi pantai barat Amerika Selatan. Setelah Spanyol menguasai Amerika Selatan,
Cabai atau cabai merah atau chili (bahasa Ambon) adalah buah dan tumbuhan anggota genusCapsicum. Buahnya dapat digolongkan sebagai sayuran maupun bumbu, tergantung bagaimana digunakan. Sebagai bumbu, buah cabai yang pedas sangat populer di Asia Tenggara sebagai penguat rasa makanan. Bagi seni masakan Padang, cabai bahkan dianggap sebagai "bahan makanan pokok" ke sepuluh (alih-alih sembilan). Sangat sulit bagi masakan Padang dibuat tanpa cabai.
1.2. Tujuan dan Kegunaan
    Tujuan dan kegunaan double transplanting yaitu untuk memperoleh hasil produksi tanaman yang lebih banyak di bandingkan metode yang lainnya, tentunya hal ini tidak lepas dari tanaman hortikultura.
Kegunaannya yaitu Seperti yang diketahui bahwa tanaman hortikultura adalah tanaman yang mencakup sayur-sayuran, buah-buahan, tanaman hias dan tanaman herbal yang tentunya di antara tanaman tersebut tentunya mengandung berbagai vitamin yang sangat dibutuhkan oleh tubuh dari suatu organisme (manusia).

II. TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Tanaman Hortikultura
Hortikultura (horticulture) berasal dari bahasa Latinhortus (tanamankebun) dan cultura/colere (budidaya), dan dapat diartikan sebagai budidaya tanaman kebun. Kemudian hortikultura digunakan secara lebih luas bukan hanya untuk budidaya di kebun. Istilah hortikultura digunakan pada jenis tanaman yang dibudidayakan. Bidang kerja hortikultura meliputi pembenihan, pembibitan, kultur jaringan, produksi tanaman, hama dan penyakit, panen, pengemasan dan distribusi. Hortikultura merupakan salah satu metode budidaya pertanian modern.Hortikultura merupakan cabang dari agronomi. Berbeda dengan agronomi, hortikultura memfokuskan pada budidaya tanaman buah (pomologi/frutikultur), tanaman bunga (florikultura), tanaman sayuran (olerikultura), tanaman obat-obatan (biofarmaka), dan taman (lansekap). Salah satu ciri khas produk hortikultura adalah perisabel atau mudah rusak karena segar (Anonim, 2013).
Orang yang menekuni bidang hortikultura dengan profesional disebut sebagai hortikulturis.Peranan hortikultura adalah : a). Memperbaiki gizi masyarakat, b) memperbesar devisa negara, c) memperluas kesempatan kerja, d) meningkatkan pendapatan petani dan  e) pemenuhan kebutuhan keindahan dan kelestarian lingkungan. Dalam membahas masalah hortikultura perlu diperhatikan pula mengenai sifat khas dari hasil hortikultura, yaitu : a). Tidak dapat disimpan lama, b) perlu tempat lapang (voluminous), c) mudah rusak (perishable) dalam pengangkutan, d) melimpah/meruah pada suatu musim dan langka pada musim yang lain dan e) fluktuasi harganya tajam (Notodimedjo, 1997). Setelah mengetahui manfaat serta sifat-sifatnya yang khas dalam pengembangan hortikultura agar dapat berhasil dengan baik, maka diperlukan pengetahuan yang lebih mendalam terhadap permasalahan hortikultura tersebut(Anonim, 2013).
Hortikultura adalah komoditas yang masih memiliki masa depan relatif cerah ditilik dari keunggulan komparatif dan kompetitif yang dimilikinya dalam pemulihan perekonomian Indonesia pada waktu mendatang, sehingga perlu mulai mengembangkannya sejak saat ini, sebagaimana  negara-negara lain yang mengandalkan devisanya dari hasil hortikultura, antara lain : Thailand dengan berbagai komoditas hortikultura yang serba Bangkok, Belanda dengan bunga Tulipnya, Nikaragua dengan pisangnya, bahkan Israel dari gurun pasirnya kini telah mengekspor Apel, Jeruk dan Anggur.Pengembangan hortikultura di Indonesia pada umumnya masih dalam skala perkebunan rakyat yang tumbuh dan dipelihara secara alami dan tradisional, sedangkan jenis komoditas hortikultura yang diusahakan masih terbatas. Apabila dilihat dari data selama Pelita V pengembangan hortikultura yang lebih ditekankan pada peningkatan keragaman komoditas telah menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan, yaitu pada periode 1988 s/d 1992 telah terjadi peningkatan produktivitas sayuran dari 3,3 ton/ha menjadi 7,7 ton/ha dan buah-buahan dari 7,5 ton/ha menjadi 9,9 ton/ha (Amrin Kahar, 1994).


2.2. Double Transplanting
2.2.1. Tanaman Cabai
Satu komoditas sayuran yang umumnya digunakan sebagai bumbu masakan yang dikonsumsi dalam bentuk segar.  Namun demikian ada juga yang digunakan sebagai bahan olahan seperti :  saus sambal, cabai bubuk, dan acar.  Kandungan gizi cabai merah umumnya cukup tinggi terutama vitamin dan mineral.  Cabai merah juga mengandung berbagai macam vitamin seperti A, B, C, kalsium, fosfor, lemak dan protein.  Dalam rangka pengembangan cabai merah perlu dilakukan pengaturan pola tanam sesuai dengan permintaan serta pengembangan teknologi maju(Sutrisno, 2003).
Cabai merah Besar (Capsicum annuum L.) merupakan salah satu jenis sayuran yang memilki nilai ekonomi yang tinggi. Cabai mengandung berbagai macam senyawa yang berguna bagi kesehatan manusia. Sun et al. (2007) melaporkan cabai mengandung antioksidan yang berfungsi untuk menjaga tubuh dari serangan radikal bebas. Kandungan terbesar antioksidan ini adalah pada cabai hijau. Cabai juga mengandung Lasparaginase dan Capsaicin yang berperan sebagai zat antikanker (Kilham 2006; Bano & Sivaramakrishnan 1980).Cabai (Capsicum annum L) merupakan salah satu komoditas sayuran yang banyak dibudidayakan oleh petani di Indonesia karena memiliki harga jual yang tinggi dan memiliki beberapa manfaat kesehatan yang salah satunya adalah zat capsaicin yang berfungsi dalam mengendalikan penyakit kanker. Cabai atau lombok termasuk dalam suku terong-terongan (Solanaceae) dan merupakan tanaman yang mudah ditanam di dataran rendah ataupun di dataran tinggi. Tanaman cabai banyak mengandung vitamin A dan vitamin C serta mengandung minyak atsiri capsaicin, yang menyebabkan rasa pedas dan memberikan kehangatan panas bila digunakan untuk rempah-rempah (bumbu dapur). Cabai dapat ditanam dengan mudah sehingga bisa dipakai untuk kebutuhan sehari-hari tanpa harus membelinya di pasar.Tanaman cabai cocok ditanam pada tanah yang kaya humus, gembur dan sarang, serta tidak tergenang air; pH tanah yang ideal sekitar 5-6. Waktu tanam yang baik untuk lahan kering adalah pada akhir musim hujan (Maret-April). Untuk memperoleh harga cabai yang tinggi, bisa juga dilakukan pada bulan Oktober dan panen pada bulan Desember, walaupun ada risiko kegagalan. Tanaman cabai diperbanyak melalui biji yang ditanam dari tanaman yang sehat serta bebas dari hama dan penyakit. Buah cabai yang telah diseleksi untuk bibit dijemur hingga kering. Kalau panasnya cukup dalam lima hari telah kering kemudian baru diambil bijinya: Untuk areal satu hektar dibutuhkan sekitar 2-3 kg (Sutrisno, 2003)
2.2.2. Tanaman Tomat
Tomat adalah tumbuhan dari keluarga Solanaceae, tumbuhan asli Amerika Tengah dan Selatan, dari Meksiko sampai Peru. Tomat merupakan tumbuhan siklus hidup singkat, dapat tumbuh dengan tinggi sekitar 1 sampai 3 meter. Tomat merupakan keluarga dekat dari kentang. Menurut tulisan karangan Andrew F. Smith dalam bukunya yang berjudul The Tomato in America, tomat kemungkinan berasal dari daratan tinggi pantai barat Amerika Selatan. Setelah Spanyolmenguasai Amerika Selatan, mereka menyebarkan tanaman tomat ke koloni-koloni mereka di Karibia. Spanyol juga kemudian membawa tomat ke Filipina, yang menjadi titik awal penyebaran ke daerah lainnya di seluruh benua Asia. Spanyol juga membawa tomat ke Eropa. Tanaman ini tumbuh dengan mudah di wilayah beriklim Mediterania (Sutrisno, 2003)
Tomat berasal dari kata dalam bahasa Nahuatl, tomatl. Kata tomat juga berasal dari bahasa Aztek, salah satu suku Indian yaitu xitomate atau xitotomate. Tanaman tomat berasal dari negara Peru dan Ekuador, kemudian menyebar ke seluruh Amerika, terutama ke wilayah yang beriklim tropik, sebagai gulma. Penyebaran tanaman tomat ini dilakukan oleh burung yang makan buah tomat dan kotorannya tersebar kemana-mana. Penyebaran tomat ke Eropa dan Asia dilakukan oleh orang Spanyol. Tomat ditanam di Indonesia sesudah kedatangan orang Belanda. Dengan demikian, tanaman tomat sudah tersebar ke seluruh dunia, baik di daerah tropik maupun subtropik. Tanaman tomat termasuk tanaman semusim yang berumur sekitar 4 bulan (Shimamura, 1997).

III. METODE PERCOBAAN
3.1. Tempat dan Waktu
        Praktikum Double Transplanting, dilaksanakan di Lahan Praktikum Budidaya Pertanian, Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin, Makassar. Praktikum ini dilaksanakan setiap hari jumat, tepatnya pukul 16.30-selesai WITA, yang berlangsung selama bulan Oktober – Desember 2013.
3.2. Bahan dan Alat
        Alat dan bahan yang digunakan pada praktikum Budidaya Tanaman Hortikultura, pada sistem pertanaman double transplanting adalah cangkul, ember, mistar/meteran, patok, kamera digital/HP, tali rapia, air, dan benih tomat dan Cabai.
3.3. Metode Percobaan
1.    Membersihkan lahan yang akan ditempati untuk membudidayakan tanaman yaitu seluas 12 m
2.    Membagi  lahan tersebut dibagi menjadi 18 bagian untuk tiap kelompok dengan ukuran lahan sekitar 2 m x 1 m.
3.    Dimana lahan tersebut dibagi menjadi dua guludan atau bedengan sebagai tempat penanaman tomat dan cabai
4.    Masing-masing kelompok membudidayakan dua komoditi yaitu tomat dan cabai
5.    Melakukan pengamatan setiap minggu, amati tiap perkembangan yang terjadi yakni mengukur tinggi dan jumlah daun tanaman.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil
Dari percobaan double transplanting yang telah dilakukan, maka di peroleh hasil sebagai berikut :   


4.2. Pembahasan
Pada praktkum double transplanting ini di amati tanaman tomat dan cabai Tomat 1 memiliki jumlah daun 8 helai dan tinggi tanaman 32 cm, Tomat 2 memiliki jumlah daun 8 helai dan tinggi tanaman 33 cm, dan Tomat 3 memiliki jumlah daun 7 helai dan tinggi tanaman 29 cm. Pada tanaman Cabai dapat dilihat hasil cabai 1 memiliki jumlah daun 5 helai dan tinggi tanaman 8 cm,  cabai 2 memiliki jumlah daun 4 helai dan tinggi tanaman 4 cm,  dan pada capai 3 dapat dilihat jumlah daun 4 helai dan tinggi tanaman 8 cm.
   
Cabai merah Besar (Capsicum annuum L.) merupakan salah satu jenis sayuran yang memilki nilai ekonomi yang tinggi. Cabai mengandung berbagai macam senyawa yang berguna bagi kesehatan manusia Sun et al. (2007) melaporkan cabai mengandung antioksidan yang berfungsi untuk menjaga tubuh dari serangan radikal bebas. Kandungan terbesar antioksidan ini adalah pada cabai hijau.Tomat merupakan tumbuhan siklus hidup singkat, dapat tumbuh dengan tinggi sekitar 1 sampai 3 meter. Tomat merupakan keluarga dekat dari kentang. Yang menjadi titik awal penyebaran ke daerah lainnya di seluruh benua Asia.

V. PENUTUP
5.1. Kesimpulan
    Berdasarkan hasil dan pembahasan mengenai double transplanting, maka dapat disimpulkan bahwa :
1.    Kemampuan cabai dan tomat berdaptasi pada lingkungan tertentu juga sangat mempengaruhi pertumbuhan tanaman tersebut.
2.    Perbedaan tinggi dan jumlah daun dapat disebabkan oleh banyak hal di antaranya faktor lingkungan yang terus menerus di guyur air hujan.
3.    Peranan hortikultura adalahMemperbaiki gizi masyarakat, memperbesar devisa negara, memperluas kesempatan kerja, meningkatkan pendapatan petani dan pemenuhan kebutuhan keindahan dan kelestarian lingkungan.
5.2. Saran
    Saran saya untuk praktikum ini yaitu sebaiknya asisten lebih sering mendampingi praktikan dalam melakukan praktikum agar mahasiswa tidak bingung dalam melakukan praktikum 
DAFTAR PUSTAKA
Amrin Kahar, 1997. Petunjuk Praktikum Silvikultur. Departemen Silvikultur Kehutanan Bogor: IPB
Anonim, 2013.  Laporan Budidaya (http://ilhamagronomi.blogspot.com/2012/01/ laporan-bth-budidaya tanaman.html) di akses pada tanggal 13 desember 2013.   
Anonim, 2013. Hortikultura (http://dipertanhut.purworejokab.go.id/index.php ?option=com_content&view=article&id=76:statistik-hortikultura&catid =63:laporan-bulanan-hortikultura&Itemid=138) di akses pada tanggal 13 desember 2013.
Anonim, 2013. Tanaman cabai (http://www.tanijogonegoro.com/2013/01/ mengenal-tanaman-cabai.html) di akses pada tanggal 16 desember 2013.
Ir. Sutrisno, 2003 Pedoman umum budidaya cabai merah, Direktorat jenderal Bina Produksi Hortikultura.  Direktorat Tanaman Sayuran, Hias dan aneka tanaman. Jakarta.
Shimamura, 1970. Weed flora of Japan illustrated by colour. The Japanese
         Association for Advancement of Phytoregulators  (JAPR), 414 pp.
Sutrisno, 2003 Pedoman umum budidaya cabai merah, Direktorat jenderal Bina Produksi Hortikultura.  Direktorat Tanaman Sayuran, Hias dan aneka tanaman. Jakarta.

Terimakasih Sobat,, sudah berkunjung, jangan lupa di like yah atau tinggalkan pesan anda di kolom facebook paling bawah.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

jadilah bagian dari seribu orang yang menyukai blog ini, dengan mengikuti kami di Laman Facebook. Budidaya Pertanian, mengenai kritik dan saran kami sangat mengharapkan demi sempurnanya informasi yang kami sampaikan
 
Support : Facebook: AL AZ ARI/'>Ari Sandria | Agronomi Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. AGRONOMI UNHAS - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template