Headlines News :
Home » » Makalah Pupuk

Makalah Pupuk

Written By Al Az Ari on Jumat, 01 November 2013 | 19.14

KATA PENGANTAR
        Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karuniaNya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul ”Pupuk Organik”. Shalawat dan salam penulis haturkan kepada junjungan kita, Nabi Besar Muhammad SAW beserta keluarga dan para sahabatnya.
         Makalah ini secara umum bertujuan untuk mengetahui tentang defenisi dari Kascing itu sendiri sebagai pupuk organic, pemanfaatan dan pengaplikasiannya pada tanaman, serta cara pembuatan dari pupuk organic dalam hal ini adalah pupuk kascing (bekas cacing). Pada kesempatan ini, penyusun juga mengucapkan terima kasih pada dosen pengajar mata kuliah Pupuk dan Pemupukan, rekan-rekan kuliah dan semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan Makalah ini.
        Namun demikian penulis menyadari masih terdapat kekurangan dalam penulisan makalah ini karena keterbatasan dan kendala yang dihadapi. Namun diharapkan makalah ini dapat menjadi masukan dan bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan.



                                                                                         Makassar, April 2013

                                                                                                          AL AZ ARI



DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.............................................................................................
DAFTAR ISI............................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN........................................................................................
1.1    Latar Belakang.........................................................................................
1.2    Rumusan Masalah ...................................................................................
1.3    Tujuan......................................................................................................
BAB II ISI.................................................................................................................
BAB III KESIMPULAN............................................................................................
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................



                                                            BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Secara umum, pupuk didefinisikan sebagai suatu bahan yang diberikan ke dalam tanah untuk menaikkan produksi tanaman dalam keadaan lingkungan yang baik. Sering kali kita agak kesulitan dalam mendefinisikan antara pupuk organik, pupuk hijau, pupuk kompos, pupuk kandang, pupuk hayati, kascing dan lain sebagainya.
 Pupuk kascing merupakan pupuk yang berasal dari bekas kotoran cacing tanah.  Pupuk kascing adalah bahan organik hasil kotoran cacing yang bercampur dengan tanah dan bahan organik lainnya. Kascing merupakan bahan organik yang cukup baik karena dapat memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah terutama pada tanah-tanah yang kurang subur.
“Kascing” (bekas cacing, yaitu kotoran yang keluar hasil fermentasi cacing) cukup banyak tersedia di alam..  Kedua sumber bahan organik tersebut dapat menyuburkan tanah.  Namun, anugerah alam ini masih terabaikan sehingga manfaatnya belum dimaksimalkan masyarakat maupun petani.
Kascing adalah kotoran hasil fermentasi cacing tanah yang mengandung unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman dan dapat langsung dipergunakan. Unsur hara yang terkandung didalam kascing tergolong lengkap baik hara makro maupun mikro dan tersedia dalam bentuk yang mudah diserap oleh tanaman (Atiyeh dkk., 2000).  Cacing memakan bahan organik mati sisa tanaman.  Bahan organik dan tanah halus yang dimakan kemudian dikeluarkan sebagai kotoran hasil ekskresi, terjadi proses fermentasi dan dekomposisi bahan organik didalam perut cacing,  yang berupa agregat-agregat berbentuk granular dan banyak mengandung unsur hara yang siap tersedia bagi tanaman.
      Berdasarkan pemaparan diatas, maka Pupuk Kascing penting untuk dipelajari agar mampu mempertahankan tingkat kesuburan tanah dengan biaya yang murah, mudah dan dapat meningkatkan sumber pendapatan dan penghasilan khususnya di sektor pertanian.
1.2        Rumusan Masalah
         Adapun rumusan masalah yang diangkat pada makalah ini adalah sebagai berikut :
1.      Apakah yang dimaksud dengan pupuk organic kascing?
2.      Bagaimana  pemanfaatan dan pengaplikasian pupuk organic kascing pada tanaman?
3.      Bagaimana cara membuat pupuk kascing dari cacing?


1.3 Tujuan
          Adapun tujuan dari makalah ini adalah sebagai berikut :
1.      Mengetahui defenisi dari pupuk organic kascing itu sendiri
2.      Mendeskripsikan manfaat dan pengaplikasian dari pupuk organik kascing pada tanaman
3.      Mengetahui cara membuat pupuk kascing dari cacing










BAB II
ISI
3.1              Defenisi Pupuk Organik Kascing
            Kascing adalah merupakan bahan organik hasil dari kotoran cacing yang bercampur dengan tanah atau bahan organik lainnya. Pupuk kascing merupakan bahan organik yang cukupbaik karena selain dapat memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah khususnya pada tanah yang kurang subur seperti tanah jenis ultisol, juga tidak mempunyai efek negatif terhadap lingkungan yang terdapat pada daerah sub tropis basah dimana proses pelapukan sudah lanjut. Kandungan hara dan sifat kimia kascing lebih beragam dibanding dengan kompos dan pupuk organik lainnya.
Pupuk kascing merupakan bahan organik yang baik bagi pertumbuhan tanaman secara optimal karena selain dapat memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah khususnya pada tanah-tanah yang kurang subur juga tidak memberi efek negatif terhadap lingkungannya.
Pupuk kascing adalah pupuk yang diambil dari media tempat hidup cacing. Media tempat hidup cacing bermacam-macam di antaranya sampah organic, serbuk gergaji, kotoran ternak, jerami, dan lain- lain. Kompos cacing tanah atau terkenal dengan kascing yaitu proses pengomposan yang juga dapat melibatkan organisme makro seperti cacing tanah. Kerjasama antara cacing tanah dengan mikroorganisme member dampak proses penguraian yang berjalan dengan baik. (Sinha, 2009).
Kascing merupakan kotoran cacing yang dapat berguna untuk pupuk. Kascing ini mengandung partikel- partikel kecil dari bahan organic yang dimakan cacing dan kemudian dikeluarkan lagi. Kandungan kascing tergantung pada bahan organic dan jenis cacingnya. Namun umumnya kascing mengandung unsure hara yang dibutuhkan tanaman seperti nitrogen, fosfor, mineral, dan vitamin. Karena mengandung unsure hara yang lengkap, apalagi nilai C/N nya kurang dari 20 maka kascing dapat digunakan sebagai pupuk (Simanungkalit et al, 2006).
Kascing merupakan pupuk organic yang melibatkan cacing tanah dalam proses penguraian atau dekomposisi bahan organic. Cacing membantu memperlancar proses dekomposisi. Proses pengomposan dengan melibatkan cacing tanah disebut vermi- composting dan hasilnya disebut kascing (bekas cacing). Kascing mengandung partikel- partikel dari bahan organic yang dimakan cacing kemudian dikelarkan dalam bentuk kotoran. Memiliki kadar C/N < 20 sehingga sesuai digunakan sebagai pupuk.
Kascing adalah kotoran hasil fermentasi cacing tanah yang mengandung unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman dan dapat langsung dipergunakan. Unsur hara yang terkandung didalam kascing tergolong lengkap baik hara makro maupun mikro dan tersedia dalam bentuk yang mudah diserap oleh tanaman (Atiyeh dkk., 2000).  Cacing memakan bahan organik mati sisa tanaman.  Bahan organik dan tanah halus yang dimakan kemudian dikeluarkan sebagai kotoran hasil ekskresi, terjadi proses fermentasi dan dekomposisi bahan organik didalam perut cacing,  yang berupa agregat-agregat berbentuk granular dan banyak mengandung unsur hara yang siap tersedia bagi tanaman.

3.2              Manfaat dan Pengaplikasian Pupuk Organik Kascing pada Tanaman

Pupuk kascing mengandung unsur hara seperti N, P, K, C a, Mg, S, Fe dan unsur lainnya yang dibutuhkan oleh tanaman. Palungkun (1999) menyatakan bahwa komponen-komponen biologis yang terkandung dalam pupuk kascing adalah hormon pengatur tubuh giberallin, sitokinin dan hormon auksin juga tidak mempunyai efek negatif terhadap lingkungan.
Pupuk kascing mempunyai pH netral 5 sampai 7.4 dan rata-rata 6.9 komposisi kascing adalah sebagai berikut:
Tabel 1. Komposisi Komponen-Komponen Kimia pada Pupuk Kascing. Komponen-komponen kimiawi
Komposisi (%)
Nitrogen (N)
1,1 – 4,0
Fosfor (P)
0,3 – 3,5
Kalium (K)
0,2 – 2,1
Belerang (S)
0,24 – 0,63
Magnesium (Mg
0,3 – 0,63
Besi (Fe
0,4 – 1,6
Partikel kascing lebih kecil dari partikel tanah adalah bahan organik yang dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Partikel kascing lebih kecil dari partikel tanah yang berukuran 0,002 – 2 mm dan baik untuk pertumbuhan tanaman karena mempunyai kandungan unsur hara yang tinggi. Menurut Eti Farda Husin (1997) kotoran cacing tanah lebih banyak mengandung mikro organisme, mineral – mineral dan bahan organik dalam bentuk tersedia untuk dikonsumsi oleh tanaman dibanding tanah disekitarnya. Bahan organik kascing termasuk bahan pembenahan tanah yang berperan secara tidak langsung dalam meningkatkan ketahanan tanah terhadap proses erosi dan pencucian. Jika status bahan organik tanah diperbaiki, maka stabilitas tanah akan meningkat sehingga tidak mudah terurai oleh tetetesan air hujan. Oleh karena itu perlu diupayakan agar pupuk yang diberikan kepada tanaman dimanfaatkan seoptimal mungkin.
Sebagai contohnya yaitu sebagai berikut :
Dik :
            Luas lahan : 90 m x 100 m = 9000 m2
            Kandungan C - organic tanah alfisol : 2,67 %
            Kandungan C - organic tanah : 1,724
            Berat tanah 1 ha : 2x106/ ha
Dit : berapa banyak pupuk organic yang harus di tambahkan?
Peny : 
            X = 2,67 x 1,274 x 2 x 106
            X = 4,603 x 2 x 106
            X = 9,20 x 106 kg/ha
            X = 9200 ton/ha
Untuk luaran 90 m x 100 m
                
            =  (9000 x 9200) / 10000
            = 8280 ton/ha
3.3  Pembuatan Pupuk Kascing
Adapun cara pembuatan dari pupuk kascing dari cacing yaitu :
Tempat yang perlu disiapkan meliputi :
  1. Kandang ternak, luas disesuaikan
  2. Tempat penampungan kotoran segar dengan luas 3x3 m (dapat menampung sekitar 3 ton kotoran ternak segar)
  3. Tempat memproses kotoran menjadi kascing (bak tempat beternak cacing).  Dibuat dari batako atau bata dengan lantai tanah ukuran 3x3 m, tinggi sekitar 0,5 m sesuai dengan kebutuhan. 
  4. Untuk menghindari semut sebaiknya dikelilingi dengan saluran air.
Cara pembuatan
Sebagai media digunakan kotoran ternak, seperti kotoran sapi yang sudah dinginkan minimal selama satu minggu.
Tahap I
  1. Kotoran sapi dimasukkan dalam bak pembuatan kascing. Kotoran sapi dicampur dengan limbah pertanian yang sudah dilayukan dengan perbandingan 80% kotoran sapi dan 20% limbah tanaman. 
  2. Cacing dimasukkan dalam bak kotoran sapi dan limbah tanaman pada beberapa tempat (ditengah dan disisi lain). 
  3. Kelembaban media selalu dijaga cukup lembab dan becek (15-30%).  Media yang kering menyebabkan cacing menjadi kurus dan media yang terlalu basah (becek) menyebakan cacing berwarna pucat.

Tahap   II
Pengadukan setiap 10 hari, kemudian di pindahkan ke bak berikutnya agar bak pertama dapat memproses kascing yang baru.
Setelah kurang lebih 1 bulan, pupuk kascing sudah dipanen atau digunakan.
3.4. Waktu penambahan pupuk kascing
Pupuk kascing ditambahkan setelah penanaman 20 hari setelah waktu tanam, selanjutnya dipupuk lagi setelah hari ke 45 dan  dipupuk lagi sebelum tanaman memproduksi buah. Cara untuk pemberian atau pengaplikasian pupuk kascing pada tanaman adalah dengan cara membuat tugal di sekeliling tanaman dan di tuangkan pupuk kascing dan selanjutnya ditutupi dengan tanah.  






















BAB IV
KESIMPULAN
Berdasarkan isi dari makalah ini, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa:
1.      Pupuk kascing merupakan bahan organik yang baik bagi pertumbuhan tanaman secara optimal karena selain dapat memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah khususnya pada tanah-tanah yang kurang subur juga tidak memberi efek negatif terhadap lingkungannya.
2.      Pupuk kascing mengandung unsur hara seperti N, P, K, C a, Mg, S, Fe dan unsur lainnya yang dibutuhkan oleh tanaman.

















DAFTAR PUSTAKA
Abbas, K, 1991, Pengaruh pemberian bahan organik. MVA dan pupuk Fosfat terhadap serapan   Fosfor oleh tanaman jagung. Tesis Program Pascasarjana Institut Pertanian Bogor, Bogor, Hal : 30 – 35
Palungkun. 1999. Sukses Beternak Cacing Tanah Lumbricus rabellus. Penebar Swadaya
Santoso, E.S, Wedati, T., Prihartini dan S. Komaria, 1989. Pengaruh Inokulan VA Mikrorhiza dengan berbagai takaran bahan organik dan P terhadap tanaman kacang hijau (Vigna radiata) pada tanah Ultisol. Rangkas Bitung Bogor. Prosiding No. 4/Pen.Tanah/1989 lokal di Indonesia. Pada
ng digunakan untuk mengembangkan dan
mengingkatkan dayasaing agribisnis gandum lokal. Puspita (2009) menjelaskan
bahwa beberapa strategi yang telah dibuat kemudian dipetakan kedalam
rancangan arsitektur strategik yang didalamnya terdapat program-program yang
dilakukan baik secara rutin maupun bertahap yang digunakan untuk mencapai
sasaran. Beberapa strategi yang dirumuskan diantaranya adalah:
1) Optimalisasi lahan gandum lokal
2) Membangun industri berbasis gandum loKkkal di pedesaan
3) Penguatan kelembagaan
4) Melakukan bimbingan, pembinaan dan pendampingan bagi petani
5) Membentuk kerjasama antara petani dengan industri makanan
6) Menciptakan sumber permodalan bagi petani
7) Mengatur ketersediaan benih
8) Menciptakan varietas gandum baru untuk dataran rendah dan medium
9) MelakukanBJD soBBBBBBBBJABAJBBBsialisasi dan proBBBBAGAGHHGYGHHGmosi agribisnis gandum lokal
MHHGFUHG






















M
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

jadilah bagian dari seribu orang yang menyukai blog ini, dengan mengikuti kami di Laman Facebook. Budidaya Pertanian, mengenai kritik dan saran kami sangat mengharapkan demi sempurnanya informasi yang kami sampaikan
 
Support : Facebook: AL AZ ARI/'>Ari Sandria | Agronomi Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. AGRONOMI UNHAS - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template