Headlines News :
Home » » Pembibitan Teh

Pembibitan Teh

Written By Al Az Ari on Minggu, 22 Februari 2015 | 09.38

Pembibitan teh merupakan proses awal untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Bibit tanaman teh dapat kita peroleh di tanaman perkebunan pemerintah atau dari petani teh. Tetapi bisa juga kita bibitkan sendiri dengan cara membiarkan tanaman teh hidup dengan rimbun tanpa dipoyong, nantinya akan mengeluarkan biji yang bisa kita ambil untuk pembibitan.
Biji-biji teh harus disortir sebelum dijadikan bibit, biasanya biji yang jelek seperti biji bekas diserang kepik biji dengan ciri permukaan biji berbintik-bintik dengan warna coklat muda, dan keadaan biji yang telah lapuk atau busuk karena diserang jamur atau karena bekas luka-luka.
Sebelum tahun 1985, di Pagilaran dilakukan pembibitan tanaman teh (Camelia sinensis) secara generatif. Pembibitan generatif yaitu perkembangbiakan tanaman dengan peleburan gamet jantan dan betina. Karena dalam prosesnya terjadi kombinasi gen, maka tanaman teh hasil perbanyakan generatif menjadi tidak seragam. Tanaman unggul belum tentu menghasilkan tanaman teh baru bersifat unggul. Setelah tahun 1985, yaitu dengan adanya teknologi dalam perbanyakan tanaman, maka tanaman teh muai dibudidayakan dan diperbanyak secara vegetatif (tanpa pelebran sel gamet), sehingga sifat anakan tanaman teh sama dengan induknya.
Perbanyak teh secara generative maupun secara vegetative. Pada perbanyakan secara generative digunakan bahan tanam asal biji, sedangkan perbanyakan secara vegetative digunakan bahan tanaman asal setek berupa klon. Biji yang baik ditandai dengan beberapa ciri, antara lain:
a)    Kulit biji berwarna hitam dan mengkilap.
b)    Berisi penuh, dengan isi biji berwarna putih.
c)     Mempunyai berat jenis yang lebih besar dari pada air, sehingga apabila dimasukkan kedalam air akan tenggelam.

d)    Mempunyai bentuk dan ukuran yang normal.
e)     Tidak terserang penyakit, cendawan ataupun kepik biji.
Biji yang dipungut untuk dijadikan benih adalah biji yang telah jatuh ke tanah, dikumpulkan secara teratur setiap hari, benih yang digunakan adalah benih yang baik. Sebaiknya biji segera disemai karena daya kecambah biji teh cepat menurun dan biji teh mudah menjadi busuk.
1.    Penyemaian biji
Persiapan lahan untuk persemaian harus dilaksanakan 6 bulan sebelum penyemaian benih. Tanah dibersihkan dan dicangkul sedalam 30 cm, ke-mudian dibuat bedengan. Diantara bedengan dibuat saluran drainase untuk membuang kelebihan air. Bedengan diberi atap naungan miring timur-barat dengan sudut kemiringan 300. Pengecambahan biji dimaksudkan untuk memperoleh biji yang tumbuh seragam dan serempak sehingga memudahkan pemindahannya ke persemaian bibit atau ke kantong plastik.
2.    Pemeliharaan dipersemaian bibit asal biji
Untuk memperoleh bibit yang baik, yang tumbuh subur dan sehat serta terhindar dari gangguan hama dan penyakit, bibit dipersemaian harus dijaga dengan baik.
Pemeliharaan bibit terdiri atas:
1.      Penyiraman
2.      Penyulaman
3.      Penyiangan
4.      Pemupukan
5.      Pengendalian hama dan penyakit
6.      Pengaturan naungan
3.      Pemindahan bibit ke lapangan
Setelah bibit berumur dua tahun, benih yang mempunyai ukuran lebih besar dari pensil, dapat dibongkar untuk dipindahkan ke kebun.

Cara pembongkaran bibit adalah sebagai berikut:
a.    Dua minggu sebelum bibit dibongkar, batang dipotong setinggi 15-20 cm dari permukaan tanah.
b.    Bibit dibongkar dengan cara mencangkul tanah disekitar bibit sedalam 60 cm, selanjutnya dicabut dengan hati-hati, akar tunggang dan akar se-rabut yang terlalu panjang bisa dipotong.
c.    Bibit ini disebut bibit stump, yang sebaiknya ditanam segera pada hari itu juga di kebun yang telah dipersiapkan.
d.    Bibit yang ukuran batangnya lebih kecil dari pensil sebaiknya tidak di-gunakan.

Perbanyakan Tanaman Teh Secara Stek
Pertanaman teh diarahkan pada cara memperoleh produksi yang tinggi dan mantap, sehingga perusahaan perkebunan teh menjadi lebih efisien. Hal ini sulit dicapai apabila digunakan bahan tanam asal biji. Karena biji merupakan hasil per-silangan yang dapat menimbulkan perubahan sifat pada keturunannya.
Pembibitan menggunakan stek merupakan cara yang paling cepat untuk memenuhi kebutuhan bibit dalam jumlah yang banyak, dan jenis klon yang di-tentukan dapat dipastikan sifat keunggulannya sama dengan induknya. Untuk memperoleh hasil pembibitan setek berupa setek bibit yang baik, diperlukan adanya perencanaan, persiapan, dan pelaksanaan yang baik dan tepat waktu.
Dalam pembibitan tanaman teh, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan, yaitu:
a)    Pemilihan Lokasi Lokasi yang dipilih adalah berdrainase baik dan dekat dengan kebun yang akan ditanam, agar lebih mudah melakukan pengangkutan Membuat naungan. Naungan kolektif dibuat dengan tinggi 2 meter di tas tanah, sedangkan luas bangunannya tergantung pada kebutuhan bibit atau luasan tanam.
b)    Persiapan media tanam Top soil dan sub soil secara terpisah diayak dengan ayakan kawat beriameter 0.5-1 cm, agar bebas sisa kotoransampah, atau batu. Kemudian campur media dengan pupuk sesuai dengan dosis anjuran. Jika pH tanah masam perlu dilakukan pengapuran terlebih dahulu. Kemudian isi ke dalam polybag 1/3 sub soil dan 2/3 top soil.

Tahap Pembibitan
1.Perencanaan Pembibitan :
Pembibitan dibuat dengan cara menghitung mundur dari masa tanam sampai tanaman dipindahkan ke lapangan yang disesuaikan dengan musim hujan. Pembibitan dimulai pada 8-12 bulan sebelum pindah tanam dan pemangkasan induk dilakukan 5 bulan sebelum stek ditanam.
2.Pembuatan bangunan:
Bangunan pembibitan merupakan tempat naungan kolektif bibit, sekaligus berguna untuk mengurangi intensitas cahaya matahari yang mengenai bibit sekitar 25-30%. Bangunan penyimpan bibit ini terbuat dari bambu dengan ketinggian 1,5-2 meter, jarak antar tiang 3m x 3m atau 3m x 4m, atapnya terbuat dari anyaman bambu, ilalang, fishnet, pelepah daun kelapa, dan daun paku. atap bangunan naungan lebih dibuat dari bahan organik yang berasal dari alam karena tidak ada residu yang disisakan dari proses pembibitan ini. bahanorganik bisa diolah menjadi kompos, sementara kalau menggunakan bahan sintetis perlu diadakan penanggulangan sampah khusus.
3.Penanaman Stek
o    media tanam tersusun atas tanah topsoil dan subsoil. Topsoil sekitar 2/3 bagian (di bagian dasar polybag) dan subsoil sekitar 1/3 bagian polybag (diatas topsoil). Tujuannya adalah agar nutrisi tanah topsoil yang subur tidak hilang ketika penyiraman, dan bisa juga mengurangi pertumbuhan gulma karena gulma akan hidup di subsoil yang kurang subur.
o    pH tanah yang ideal untuk pembibitan teh yaitu sekitar 4,5-5,5.
o    untuk mengendalikan OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) seperti jamur, bakteri dan nematoda, media tanam harus difumigasi terlebih dahulu. hal ini terutama akan berpengaruh pada akar tanaman teh.
o    sehari sebelum ditanam, polybag disiram dengan air tergantung kekeringan tanahnya. Standarnya 10 liter untuk 200 polybag.
o    sebelum ditanam, tangkai setek dicelupkan ke dalam larutan fungisida  (Dhitane 0,2%) selama 1 menit untuk melindungi setek dari gangguan jamur selama penyungkupan.
o    setek ditancapkan ke media tanam dengan kemiringan 60 derajat dan kedalaman sekitar 2-3 cm, tanah disamping setek dipijit dengan dua jari agar batang setek kokoh dan menyatu dengan tanah.
o    bibit yang telah disusun kemudian disemprot dengan Dhitan M-45 0,1% menggunakan knapsack sprayer.
o    tanaman/ setek tanaman teh disungkup dengan plastik polythen sheet untuk mengurangi penguapan di awal pertumbuhan.tanaman teh yang telah disungkup tidaj boleh dibuka selama 3-4 bulan, kecuali bila tanahnya mulai kering atau ada gangguan hama penyakit. Kalaupun sungkup dibuka, segera tutup kembali agar kelembaban dalam sungkup tidak hilang.
         
Pembuatan Naugan Bibit Tanaman Teh
Pembuatan naungan pembibitan
•    Ukuran naungan pembibitan adalah 20 x 25 m dengan tinggi 2,5 m, tergantung pada kebutuhan
•    Setengah bedengan terbuat dari bilik dan bagian atasnya ditutup jarang atau seperti gedeg rumah yang terbuat dari pelepah kelapa sawit. Sementara tiang terbuat dari bambu
•    Pasang reng bambu di bagian atas bangunan ini dan tutup dengan gedeg yang terbuat dari pelepah kelapa saeit sehingga cahaya matahari yang masuk sekitar 25% pada 3-4 bulan pertama.
•    Lebar bedengan 90-100 cm, tinggi 15 cm dan panjang sesuai kebutuhan dan kondisi lapangan. Dalam satu bedengan dapat menampung 300-500 tanaman.
•    Rangka sungkup terbuat plastik bewarna putih dengan tinggi lengkungan 70-80 cm, dengan panjang sungkup 6-7 m, sungkup lebih pendek lebih baik. Sungkup berfungsi menjaga kelembaban bibit tanaman teh agar tidak terjadi penguapan, jangan sampai udara masuk agar terhindar dari hama dan penyakit dan keadaan lingkungan.
•    Ketika disungkup 2-3 jika terdapat embun maka sudah baik untuk pembibitan.
           Bibit yang sudah disungkup kemudian dilatih, atau memasuki proses aklimatisasi dimana bibit akan diberi cahaya matahari yang berangsur-angsur mendekati intensitas yang tinggi. Pada usia 5 bulan sungkup dibuka pada tahapan banyak tanaman yang tidak berhasil, keberhasilannya sangat kecil untuk itu diperlukan ketelitian dalam pengerjaannya, karena tidak semua orang dapat melakukan teknik ini.
    Pembibitan dilakukan selama 12 bulan ( 1 tahun ), bibit tanaman teh dapat dipindahkan kelapangan bibit juga harus disortir. Secara visual bibit yang sudah siap dipindahkan kelapangan adalah sebagai berikut :
-       Daun sudah mencapai 4-5 helai
-       Tinggi bibit 20-30 cm
-       Batang terlihat baik dan tumbuh optimal ( seragam )
Bibit sudah siap untuk dibawah kelapangan kemudian ditanam. Jarak tanam yang digunakan adalah 60 x 140 x 100 cm.

OLEH :
NURSIA (G111 11 906)
NUR AFNI (G111 11 368)
REIN DENIS HUTAPEA (G111 11 361)
Jurusan Budidaya Pertanian Fak.Pertanian Universitas Hasanuddin Makassar

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

jadilah bagian dari seribu orang yang menyukai blog ini, dengan mengikuti kami di Laman Facebook. Budidaya Pertanian, mengenai kritik dan saran kami sangat mengharapkan demi sempurnanya informasi yang kami sampaikan
 
Support : Facebook: AL AZ ARI/'>Ari Sandria | Agronomi Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. AGRONOMI UNHAS - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template